Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Tribun Bulukumba

Tersangka Pembusur Adik Andi Gilang di Bulukumba Terancam 7 Tahun Penjara

Tersangka Pembusur Adik Andi Gilang di Bulukumba Terancam 7 Tahun Penjara

Penulis: Firki Arisandi | Editor: Hasriyani Latif
tribun-timur.com/firki
Tiga orang terduga pelaku penganiayaan Andi Ahmad Zulfakar di Ponre, Kelurahan Matekko, Kecamatan Gantatang, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan (Sulsel), telah ditetapkan sebagai tersangka,Rabu (7/7/2021). 

TRIBUNBULUKUMBA.COM, UJUNG BULU - Tiga orang terduga pelaku penganiayaan Andi Ahmad Zulfakar di Ponre, Kelurahan Matekko, Kecamatan Gantatang, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan (Sulsel) telah ditetapkan sebagai tersangka.

Itu disampaikan oleh Kapolres Bulukumba, AKBP Suryono Ridho Murtedjo, saat menggelar jumpa pers di Mapolres Bulukumba, Rabu (7/7/2021) siang.

Ada banyak kasus yang disampaikan prosesnya, termasuk kasus penganiayaan Ahmad Zulfakar, yang tak lain merupakan adik pebalap Moto3 Andi Gilang.

Tiga tersangka masing-masing berinisial MA, S, dan SS.

"Mereka ini adalah MA, S, SS, barang bukti empat buah busur panah, dan juga dua bilah parang," jelas AKBP Suryono, sambil menujukkan tiga tersangka yang memakai rompi orange.

Ketiganya disangkakan Pasal 170 junto 351 junto 55 dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara.

Sekadar diketahui, sebelumnya, Andi Ahmad Zulfakar menjadi korban penganiayaan di Kelurahan Matekkko, Kecamatan Ujung Bulu, Kabupaten Bulukumba, Sabtu (5/6/2021) lalu.

Akibatnya, adik kandung pembalap Moto3 asal Indonesia, Andi Farid Izdihar alias Andi Gilang, mengalami luka tusuk di tubuhnya.

Ada dua anak busur yang tertancap, yakni di bagian pinggang sebelah kanan dan juga bagian bahunya.

Akibatnya ia terpaksa menjalani perawatan medis di RSUD Sulthan Dg Radja Bulukumba.

Saat ditemui, Andi Fais menceritakan, jika sebelumnya ia tak pernah bermasalah dengan orang lain.

Namun, di malam itu tiba-tiba puluhan Orang Tak Dikenal (OTK) menyerangnya dengan membawa busur panah dan parang.

"Saya tidak pernah bermasalah dengan orang. Tiba-tiba datang sekitar 30-an orang yang menyerang dari arah belakang rumah," kata Andi Fais.

Namun belakangan diketahui, bahwa salah satu teman Andi Fais memang pernah bermasalah dengan salah seorang yang melakukan penyerangan di malam itu.

Orangtua Andi Fais, Andi Rina, berharap pihak kepolisian serius menangani kasus penganiayaan ini.

Pasalnya, aksi kriminalitas tersebut memang meresahkan banyak orang.

"Kita berharap polisi serius tangani kasus ini. Karena ini sangat meresahkan. Bahkan ada salah satu terduga pelaku disitu yang juga merupakan pelaku pembusur sopir pikap di Jalan AP Pettarani beberapa waktu lalu," jelasnya.(*)

Laporan Wartawan Tribun Timur, Firki Arisandi

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved