Breaking News:

Tribun Luwu Timur

Rektor Unhas Jadi Komisaris Independen PT Vale, Anggota DPRD Luwu Timur Duga Ada Kerjasama 'Jahat'

Anggota DPRD Luwu Timur, Alpian memprotes pengangkatan Rektor Universitas Hasanuddin (Unhas), Dwia Aries Tina Palubuhu sebagai Komisaris Independen

Penulis: Ivan Ismar | Editor: Sudirman
TRIBUN-TIMUR.COM/IVAN
Jubir Fraksi Hanura DPRD Luwu Timur, Alpian 

TRIBUNLUTIM.COM, MALILI - Anggota DPRD Luwu Timur, Alpian memprotes pengangkatan Rektor Universitas Hasanuddin (Unhas), Prof Dwia Aries Tina Pulubuhu sebagai Komisaris Independen PT Vale Indonesia.

RUPSLB PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale atau Perseroan, IDX Ticker: INCO) berlangsung waktu itu di Jakarta pada Senin (7/9/2020).

Alpian mengaku heran perusahaan besar sekelas PT Vale Indonesia tidak tahu aturan terkait larangan seorang rektor menjabat sebagai komisaris independen.

Legislator Hanura itu juga heran mengapa seorang rektor seperti Prof Dwia tidak tahu aturan terkait larangan seorang rektor menduduki jabatan komisaris di perusahaan.

Merujuk pada peraturan pemerintah RI nomor 53 tahun 2015 tentang statuta Universitas Hasanuddin.

Dimana poin 4 sangat jelas menyebutkan rektor dilarang merangkap jabatan, pada huruf d menyebutkan badan usaha di dalam maupun di luar Unhas.

"Menurut saya ada dugaan kerjasama yang jahat soal ini. Kenapa saya menduga jahat, karena bertentangan dengan regulasi. Entah apa rencana dibalik ini," kata Alpian kepada TribunLutim.com via telepon, Kamis (1/7/2021) malam.

Larangan rangkap jabatan juga diatur dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI nomor 33 tahun 2012.

Tentang pengangkatan dan pemberhentian rektor/ketua/direktur pada perguruan tinggi yang diselenggarakan oleh pemerintah.

Pada pasal 9 ayat 1 Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, menyebutkan bahwa rektor akan diberhentikan ketika berhalangan tetap.

Halaman
12
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved