Breaking News:

Update Corona Wajo

Satu Warga Pitumpanua Wajo Positif Covid-19, Dirawat di RSUD Siwa

Kasus penyebaran virus corona atau Covid-19 kembali bertambah di Kabupaten Wajo, Rabu (23/6/2021).

Penulis: Hardiansyah Abdi Gunawan | Editor: Sudirman
TRIBUN-TIMUR.COM/HARDIANSYAH ABDI
Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Wajo, Safaruddin 

TRIBUNWAJO.COM, SENGKANG - Kasus penyebaran virus corona atau Covid-19 kembali bertambah di Kabupaten Wajo, Rabu (23/6/2021).

Tercatat, ada satu warga Kecamatan Pitumpanua yang dinyatakan terpapar Covid-19 dan kini dirawat di RSUD Siwa.

"Hari ini ada tambahan satu orang yang terpapar, menjalani rawat inap di RSUD Siwa," kata Juru Bicara Satgas Covid-19 Kabupaten Wajo, Safaruddin.

Dengan tambahan kasus di Kecamatan Pitumpanua itu, menambah jumlah kasus aktif Covid-19 di Bumi Lamaddukelleng.

Kini, ada 6 kasus aktif Covid-19, setelah sebelumnya ada 5 orang yang terpapar dan masih menjalani isolasi di kediamannya masing-masing.

"Sejauh ini ada 6 kasus aktif per hari ini," sambung Safar.

Tercatat, sejak kasus pertama Covid-19 di Kabupaten Wajo muncul pada April 2020 lalu hingga saat ini, sudah ada 795 orang yang terpapar.

Sebanyak 5 orang menjalani isolasi, 1 orang menjalani perawatan di rumah sakit, 768 orang dinyatakan sembuh, dan 21 orang telah meninggal dunia.

Sebelumnya, kasus penyebaran Covid-19 sempat stagnan dan nol kasus selama lebih dua pekan lebih dan kembali meningkat.

Hal itu pasca seorang warga Kabupaten Gresik ditemukan terpapar pada Sabtu (19/6/2021) lalu, dan dirawat di RSUD Lamaddukelleng Sengkang.

Olehnya, Safar tetap mengimbau masyarakat untuk tidak lengah dan tetap disiplin protokol kesehatan.

"Pandemi belum berakhir. Jangan lengah dan tetap patuhi protokol kesehatan dengan menerapkan 5M," katanya.

Menerapkan 5M yakni, memakai masker, rutin mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilitas.

Terlebih lagi, sambung alumni IPDN itu menyebutkan, varian baru Covid-19 telah berkembang di sejumlah negara, termasuk Indonesia itu sendiri.

"Jangan lengah, karena kita tidak tahu kapan gelombang pandemi berikutnya akan datang. Kita tidak ingin seperti India, dan tentunya kita tetap mewaspadai varian baru Covid-19," katanya.

Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved