Breaking News:

Tribun Sulsel

Menparekraf Sasar 50 Daerah di Sulsel Jadi Desa Wisata

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) Sasar 50 Daerah di Sulsel Jadi Desa Wisata

Penulis: Siti Aminah | Editor: Hasriyani Latif
TRIBUN-TIMUR.COM/AMINAH
Sandiaga Uno dalam Bisnis Forum bertema 'Potensi Ekonomi Desa Wisata di Sulsel yang diinisiasi oleh Kalla Group dan Indonesian Managemen Asosiaton (IMA) Makassar, disiarkan lewat sosial media Tribun Timur, Rabu (23/6/2021) sore. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Program Desa Wisata merupakan program Pemerintah Republik Indonesia khususnya Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) untuk mendorong kebangkitan pariwisata dan kebangkitan ekonomi.

Menparekraf Sandiaga Uno menyasar 700 hingga 800 daerah untuk dikembangkan sebagai desa wisata.

Sulsel salah satu provinsi yang disasar. Sekitar 50 desa diharapkan bisa berkontribusi dalam program ini.

"Saya sudah berkomitmen, 50 desa wisata di Sulsel bisa kita dorong dalam program ini," ucap Sandiaga Uno dalam Bisnis Forum bertema 'Potensi Ekonomi Desa Wisata di Sulsel yang diinisiasi oleh Kalla Group dan Indonesian Managemen Asosiaton (IMA) Makassar, disiarkan lewat sosial media Tribun Timur, Rabu (23/6/2021) sore.

Menurut Sandi, Sulsel punya daya tarik wisata yang indah.

Pihaknya akan mengirim tim untuk melakukan pendataan terkait desa-desa di Sulsel yang bisa tercover dalam program ini.

Sekaligus melakukan pendampingan kepada desa dan masyarakat.

"Sehingga itu bisa jadi ajang kebangkitan pariwisata di Sulsel dan menjadi agenda pembangunan ke depan," paparnya.

Sandiaga mencontohkan, salah satu desa yang sangat menarik di Sulsel ialah Desa Salenrang Rammang-rammang Kabupaten Maros.

"Disana ada banyak potensi yang bisa menumbuhkan ekonomi masyarakat.

Apalagi, tempat wisata alam karst tersebut telah didaftarkan ke UNESCO.

Sandiaga menjelaskan, kriteria wilayah untuk dijadikan sebagai desa wisata ialah memiliki obyek yang menarik seperti alam pemandangan alam yang indah, tempat yang eksotik, seni budaya yang unik atau budaya masyarakat yang sangat langka.

Selanjutnya memiliki aksesibilitas yang bagus agar bisa dijangkau oleh wisatawan.

Tentunya yang diperhatikan adalah kebersihan, keselamatan dan keberlanjutan lingkungan.

Selanjutnya, desa digital, souvenir daya tarik wisata, konten kreatif, homestay dan toilet. (*)
  

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved