Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Penanganan Covid

Pasien Covid-19 di Sulsel Bertambah 337 dalam Sepekan, Pakar Epidemologi Sebut Masih Wajar

Pasien Covid-19 di Sulsel mengalami peningkatan setiap pekan. Dan satu-satunya daerah yang masuk zona hijau yakni Barru.

Penulis: Muhammad Fadhly Ali | Editor: Suryana Anas
Dok Pribadi
Ketua Tim Konsultan Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Sulawesi Selatan Prof Ridwan Amiruddin 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR -Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis data terbaru perkembangan kasus covid di Indonesia, termasuk di Sulsel.

Memalui Twitter @BNPB_Indonesia, Rabu (20/6/2021) terlihat, provinsi dengan angka penambahan pasien terkonfirmasi terbanyak yakni, Jakarta 5.582 pasien.

Diikuti Jawa Tengah 2.195 pasien, Jawa Barat 2.009 pasien, Jawa Timur 739 pasien, DI Yogyakarta 665 pasien, Kepulauan Riau 337 pasien dan Banten 278 pasien.

Sementara Sulawesi Selatan di angka 50 pasien. Angka tersebut turun dibandingkan sehari sebelumnya di angka 67 pasien.

Namun bila berkaca 20 hari pada bulan ini dan bulan lalu, kalkulasi penambahan pasien terlihat meningkat.

Periode (1-20/5/2021) total penambahan pasien Covid-19 di angka 362 pasien. Sementara periode (1-16/6/2021) total penambahan 819 pasien. Artinya ada penambahan 457 pasien.

Tidak hanya itu,  pasien Covid-19 di Sulsel mengalami peningkatan setiap pekan.

Pekan pertama periode (31/5/2021) sampai dengan (6/6/2021) peningkatannya mencapai 179 pasien, pekan kedua periode (7/6/2021) sampai dengan (13/6/2021) meningkat di angka 325 pasien, dan kembali meningkat tipis di pekan ketiga periode (14-20/6/2021) di angka 337 pasien.

Ketua Tim Konsultan Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Sulawesi Selatan Prof Ridwan Amiruddin menilai itu hal wajar.

“Peningkatan kasus mingguan dengan positifity rate sekitar 8 persen-12 persen itu masih wajar, bahwa transmisi pada masyarakat masih terus berlangsung,” katanya via pesan WhatsApp, Minggu (20/6/2021) malam.

Kalau mencermati peta zonasio risiko juga menunjukkan peningkatan jumlah kabupaten/kota yang masuk ke zona orange. Bila sebelumnya, ada tiga kabupaten/kota yang masuk zona orange atau risiko sedang yakni Makassar, Pangkep dan Sinjai. Kini mengalami penambahan.

Dilansir laman covid19.co.id, Minggu (20/6/2021) pukul 20.00 Wita, ada delapan daerah yang masuk zona orange, 15 daerah yang masuk zona kuning atau risiko rendah dan satu daerah yang zona hijau atau tidak ada kasus.

Delapan daerah yang masuk zona orange yakni, Makassar, Gowa, Bantaeng, Sinjai, Selayar, Enrekang, Palopo dan Luwu Timur.

Sementara yang masuk zona kuning, Maros, Pangkep, Parepare, Sidrap, Pinrang, Takalar, Jeneponto, Bulukumba, Bone, Soppeng, Wajo, Luwu, Luwu Utara, Tana Toraja dan Toraja Utara.

Dan satu-satunya daerah yang masuk zona hijau yakni Barru.

Prof Ridwan Amiruddin menilai, penyebaran virus Corona Sulsel masih terkendali.

"Penanganan Covid-19 di Sulsel dan penyebaran virus masih cukup terkendali dibanding beberapa daerah di luar Sulsel," kata Pakar Epidemologi FKM Unhas itu.

Menurutnya peta risiko peyebaran virus terbaru menujukkan zonasi risiko sangat dinamis namun terdapat peningkatan jumlah daerah ke zona orange.

"Covid-19 di sulsel dinamis sekali. Terdapat peningkatan jumlah kabupaten yang ke zona orange dari 3 ke 8 kabupaten dan 1 sudah hijau yang lainnya masih kuning," katanya.

Terpisah, Sebelumnya Pelaksana Tugas Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman menghimbau agar masyarakat tetap waspada dengan situasi pandemi Covid-19.

"Kita harus terus waspada. Tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat, memakai masker, mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, serta membatasi mobilisasi," ujarnya pekan lalu.

Apalagi melihat situasi penyebaran Covid-19 di beberapa wilayah di Indonesia mengalami lonjakan kasus positif aktif. Salah satunya di Jakarta.

"Mari sama-sama untuk saling bahu membahu seluruh pihak, termasuk masyarakat untuk tetap saling mengingatkan pentingnya protokol kesehatan. Serta untuk menjaga kondisi imunitas tubuh," katanya.

Menjaga imun, kata dia, bisa dengan berbagai cara. Seperti menjaga asupan gizi makanan yang sehat, mengkonsumsi vitamin dari buah atau sayuran, maupun makanan dan minuman herbal.

Selain itu, Andi Sudirman pun menginstruksikan agar Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala mikro tetap dilakukan. Sebagai salah satu langkah menekan penyebaran Covid-19.

"Jangan lengah. Kita harus tetap perketat dan disiplin dalam mengikuti protokol kesehatan. Serta senantiasa berdoa agar keseharian kita dijaga oleh Allah Subhanahu Wa Ta'ala," tambahnya. (*)

Catatan Redaksi: Bersama-kita lawan virus corona. Tribun-timur.com mengajak seluruh pembaca untuk selalu menerapkan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan. Ingat pesan ibu, 3M (Memakai masker, rajin Mencuci tangan, dan selalu Menjaga jarak).

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved