Breaking News:

PPDB 2021

Calon Siswa di Takalar Tidak Lolos Jalur Zonasi, Alamatnya Terdampar di Sumatera

Salah seorang netizen mengeluhkan pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Sulsel.

Penulis: Siti Aminah | Editor: Suryana Anas
PPDB Sulsel
Calon Siswa di Takalar Tidak Lolos PPDB Alamatnya Terdampar di Sumatera 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Salah seorang netizen mengeluhkan pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Sulsel.

Pemilik akun bernama Hamdani Tika memposting keluhannya di grup Facebook Disdik Sulsel.

Ia menulis status "pantas tidak lulus zonasi, tinggalnya di Limbungan Kel Pallantikang, Kec Pattallassang, Kab Takalar. Ternyata di aplikasi PPDB tinggalnya di Pulau Sumatera dengan jarak rumah ke SMAN 1 Takalar 2102539 meter.

Ia juga menuliskan hashtag #PPDBSiapSulsel.

Dalam tulisan beserta foto yang diposting Hamdana Tika siswa bernomor peserta 0066767001 tersebut mendaftar di tiga sekolah.

SMA 1 Takalar, SMA 2 Takalar, dan SMA 3 Takalar. 

Dikonfirmasi ke Sekretaris PPDB Sulsel 2021 Firdausi Topuriti, mengatakan, kasus begini terjadi dikarenakan pengisian alamat yang kurang tepat dalam KK.

Namun solusi sudah disampaikan ke Satuan Pendidikan agar tidak merugikan masyarakat, akses dapat dibuka atas izin Cabang Dinas.

Pihaknya bahkan menyalahkan siswa bersangkutan karena tidak ada klaim dari siswa terkait masalah tersebut me Satuan Pendidikan.

"Apakah tidak ada klaim sebelum dari siswa terkait masalah ini ke Satuan Pendidikan, kan ada posko aduan di sekolah," tulisnya lewat pesan WhatsApp kepada Tribun, Timur, Sabtu (19/6/2021) siang.

"Kan disini ada form legalitas, harusnya jika mendapati hal yg aneh, tidak dibiarkan berlanjut.

Lanjut Firdausi, nama wilayah yang ada kemiripan di maps akan menemukan titik lain. 

Misalnya, Jl Gunung Lompobattang dan Gunung Lompobattang. 

Ketika dicari, alamatnya tanpa disertai jalan pasti objeknya lari ke gunung.

Kendati begitu, ia menginginkan agar lngkungan sekitar sekolah harus terjalin interaksi. Keetidakpahaman seperti ini seharusnya bisa teratasi sejak dini.
 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved