Breaking News:

Tribun Business Forum

Tak Ada Pendapatan, Travel Arrafsyah Syafari Tetap Gaji Karyawan

Tak Ada Pendapatan, Direktur Travel Haji dan Umrah Arrafsyah Syafari Tetap Gaji Karyawan

Penulis: Siti Aminah | Editor: Hasriyani Latif
TRIBUN-TIMUR.COM/AMINAH
Tribun Business Forum seri #44 bertajuk 'Belum Ada Kejelasan Bagaimana Nasib Travel Umrah' yang disiarkan langsung lewat facebook dan YouTobe Chanel Tribun Timur, Kamis (17/6/2021) sore. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Direktur Travel Haji dan Umrah Arrafsyah Safari, Ardiansyah Arsyad mengaku tetap mempekerjakan karyawan meski dalam keadaan pandemi.

Padahal, pendapatannya nol rupiah atau zero income selama setahun lebih diterjang badai covid-19.

Ardiansyah Arsyad tetap memberi tugas dan berupaya memberdayakan SDM untuk melakukan promosi.

Bukan di sektor pariwisata saja, melainkan merambah ke dunia pertanian agar mampu bertahan di tengah sulitnya perekonomian.

"Tetap kita memberikan pekerjaan kepada anggota, baik di bidang pariwisata, juga bisnis tanah kapling," sebut Ardiansyah Arsyad dalam Business Forum seri #44 bertajuk 'Belum Ada Kejelasan Bagaimana Nasib Travel Umrah' yang  disiarkan langsung lewat facebook dan YouTobe Chanel Tribun Timur, Kamis (17/6/2021) sore.

Saat ini, pihaknya tetap menjual paket tour ke Turki dan domestik. Bahkan, juga menawarkan perjalanan ke salah satu wisata terkenal di Indonesia, Labuan Bajo.

Ia membeberkan, tiga bulan terakhir Arrafsyah Safari terlibat dalam bidang pertanian. Misalnya membuka lahan jahe merah. 

"Beberapa bulan ini kita penjualan di bisnis tanah kapling, beralih ke property dan perkebunan.

Intinya banyak unit usaha yang dikembangkan, di samping memberi wadah calon jemaah yang ingin melaksanakan umrah dengan sistem tabungan umrah, juga merambah ke bisnis potensial lainnya

"Bagaimana caranya agar kita tetap memikirkan anggota yang telah membantu kita selama ini, bagaimana caranya ada pemasukan buat mereka," paparnya.

Kendati begitu, pihaknya tetap memberikan edukasi kepada calon jemaah terkait ibadah umrah. 

"Kena dasar kita disini adalah penjualan  ibadah dan haji 90 persen, dan 10 persennya itu di domestik," sebutnya. 

Diketahui, pada Februari 2020 lalu pemerintah Arab Saudi mengeluarkan kebijakan penghentian ibadah umrah dan haji. 

Hingga saat ini belum ada kepastian soal pemberangkatan haji dan umrah.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved