Breaking News:

Tribun Wajo

Perempuan Muda Asal Makassar Ditangkap di Wajo, Ternyata Bawa Senpi

Seorang perempuan muda asal Kota Makassar, bernama Astrid (21), diamankan di Mapolsek Tempe

Penulis: Hardiansyah Abdi Gunawan | Editor: Suryana Anas
Polres Wajo
Seorang perempuan muda asal Kota Makassar, bernama Astrid (21), diamankan di Mapolsek Tempe, Rabu (1662021) malam. (Sumber Polres Wajo) 

TRIBUNWAJO.COM, SENGKANG - Seorang perempuan muda asal Kota Makassar, bernama Astrid (21), diamankan di Mapolsek Tempe, Rabu (16/6/2021) malam.

Astrid diamankan lantaran diketahui memiliki senjata api atau senpi, di Kecamatan Tempe, Kabupaten Wajo.

Penangkapan Astrid dibenarkan oleh Kapolres Wajo, AKBP Muhammad Islam Amrullah.

"Benar. Diamankan perempuan yang diduga (membawa) menyerupai senpi," katanya, saat ditemui di Mapolres Wajo, Kamis (17/6/2021) siang.

Diketahui, Astrid memiliki laporan polisi di wilayah hukum Polres Gowa, hingga yang bersangkutan dijemput oleh personel Polres Gowa.

"Yang bersangkutan sudah dilaporkan dan diserahkan ke Polres Gowa untuk penyelidikan lebih lanjut," kata mantan Wakapolres Minahasa Selatan itu.

"Saya juga kurang paham kasusnya (di Gowa), tapi sebagaimana penyampaian anggota dari sana, ada locus delikti," sambungnya.

Selain itu, Islam tak ingin berspekulasi lebih jauh terkait senpi yang dikuasai Astrid.

"Kita katakan menyerupai senpi, sebab kita tidak tahu apakah itu senpi betulan atau aktif atau bagaimana, termasuk juga amunisinya," katanya.

Selain senpi, polisi juga menemukan sejumlah amunisi di dalam senpi yang dikuasai oleh Astrid.

"Kami serahkan ke Polres Gowa," katanya.

Selain itu, informasi yang diperoleh bahwa Astrid diduga mengalami depresi.

"Saat diintrogasi lain ditanyakan lain dijawabnya. Seperti agak kurang begitu. Tapi, itu perlu dibuktikan dengan hasil tes psikologi," katanya.

Dirinya mengimbau kepada masyarakat untuk tidak menguasai senpi dan lebih baik menyerahkannya ke pihak yang berwajib.

Menguasai senpi maupun sajam juga bertentangan dengan Undang-undang Darurat nomor 12 tahun 1951. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved