Breaking News:

Tribun Makassar

Legislator Makassar Ancam Polisikan Operator Nakal Saat PPDB

Legislator Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Makassar, Sahruddin Said mengancam akan melaporkan operator yang ketahuan melakukan kecurangan

Penulis: Siti Aminah | Editor: Sudirman
ist
DPRD Kota Makassar bersama Dinas Pendidikan, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, serta OPD terkait melakukan rapat persiapan Pembukaan PPDB di Ruang Banggar, Selasa (15/6/2021 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Legislator Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Makassar, Sahruddin Said mengancam akan melaporkan operator yang ketahuan melakukan kecurangan dalam pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) TA 2021/2022.

"Jangan ada yang coba main-main dioperator. Kemarin saya dapat ada yang berani memasukkan data fiktif," tegas Sahruddin Said saat rapat persiapan PPDB bersama dinas terkait di Ruang Badan Anggaran DPRD Makassar, Selasa (15/6/2021) siang.

Ajid sapaannya menceritakan, pada pelaksanaan PPDB tahun 2020 ditemukan tiga sekolah yang melakukan kecurangan. 

Pihaknya sudah melakukan teguran kepada kepala sekolah maupun operator terkait.

Ia bahkan mengancam akan melaporkan ke pihak berwajib jika kejadian tersebut terulang kembali.

"Tahun kemarin kami masih kasih teguran dan kalau ini terjadi lagi pasti akan kita laporkan," ujarnya.

Legislator Partai Amanat Nasional (PAN) ini berpesan agar para operator, pihak sekolah, dan masyarakat menghargai sistem yang berjalan.

"Jangan ganggu sistem. Biarkan berjalan dengan sistem yang berlaku. Kalau ada yang main-main, tarik jarak yang tadinya tidak bisa masuk dibisakan pasti kita akan laporkan," jelasnya.

Menurutnya, PPDB ini sedikit seksi, karena banyak hal yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir, seperti zonasi.

Selain persoalan zonasi dan operator, masalah jaringan juga juga kerap kali jadi kendala.

"Nanti kita buktikan apakah betul dia bisa buktikan sistem bisa berjalan dengan baik," katanya.

"Karena ini adalah nyawa. Apabila nyawa ini hilang maka akses tidak bisa berjalan," sambungnya.

Sementara Plt Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar, Nielma Palamba mengatakan, akan komitmen memperketat pengawasan guna menghindari adanya operator nakal.

Setiap operator yang bertugas akan menandatangani pakta integritas, keterangan tersebut secara otomatis akan muncul saat operator menjalankan tugasnya.

"Jadi di platform nanti ada nama operator yang bertugas, jadi akan kentara jika dia melakukan perubahan atau menggeser zona tempat tinggal calon siswa," paparnya.

Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved