Breaking News:

Mengaku Pernah Ingatkan Sari Pudjiastuti Tak Main-main Soal Lelang, Nurdin Abdullah: Saya Difitnah

Menurut Sari Pudjiastuti dalam persidangan, penetapan pemenang tender itu dilakukan berdasar perintah langsung dari atasannya kala itu.

Penulis: Ari Maryadi
Editor: Abdul Azis Alimuddin
TRIBUN-TIMUR.COM/AM IKHSAN
Agung Sucipto selaku terdakwa penyuap Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah (NA) menjalani sidang keempat agenda pemeriksaan saksi ketiga, di Ruang Sidang Utama, Prof Harifin A Tumpa, Pengadilan Negeri Makassar, Kamis (10/6/2021). 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Gubernur Sulsel non aktif, Nurdin Abdullah (NA) hadir secara virtual pada sidang lanjutan yang mendudukkan Agung Sucipto sebagai terdakwa di Pengadilan Tipikor Makassar, Kamis (10/6/2021).

Pada kesempatan tersebut, NA mengemukakan keberatan terkait dengan kesaksian sejumlah saksi.

Salah satunya adalah keterangan dari mantan Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa (BPBJ) Pemprov Sulsel, Sari Pudjiastuti beberapa waktu lalu.

Baca juga: Nurdin Abdullah Bantah Pernyataan Eks Kepala BPBJ Sulsel, Demi Allah Bu Sari Memfitnah Saya

“Keterangan dari ibu Sari (Pudjiastuti) itu adalah fitnah yang keji terhadap saya,” kata Nurdin Abdullah.

Diketahui, keterangan Sari Pudjiastuti itu terkait dengan pemenang proyek pembangunan Jalan Ruas Palampang Munte Bontolempangan satu tahun 2020 yang dimenangkan PT Cahaya Sepang Bulukumba dan PT Agung Perdana Bulukumba.

Menurut Sari Pudjiastuti dalam persidangan, penetapan pemenang tender itu dilakukan berdasar perintah langsung dari atasannya kala itu.

Suasana sidang perdana Agung Sucipto di PN Makassar, Selasa (18/5/2021), nama Kepala Biro Pengadaan Barjas, Sari Pudjiastuti sempat disebut Jaksa Penuntut Umum (JPU) terkait kasus dugaan suap proyek yang ikut menyeret nama Gubernur Sulsel nonaktif, Nurdin Abdullah (NA).
Suasana sidang perdana Agung Sucipto di PN Makassar, Selasa (18/5/2021), nama Kepala Biro Pengadaan Barjas, Sari Pudjiastuti sempat disebut Jaksa Penuntut Umum (JPU) terkait kasus dugaan suap proyek yang ikut menyeret nama Gubernur Sulsel nonaktif, Nurdin Abdullah (NA). (ist)

Nilai proyek tersebut mencapai Rp15,7 miliar pada 2020 dan dimenangkan PT Cahaya Sepang Bulukumba.

“Demi Allah, saya tidak pernah sekalipun menyuruh dia untuk melakukan itu,” ujar kepala daerah yang meraih beragam penghargaan ini.

Malah, NA menyebutkan kalau dirinya meminta Sari Pudji untuk selalu melaksanakan proses lelang sesuai aturan yang berlaku.

Tidak pernah melakukan permintaan khusus kepada kontraktor.

Baca juga: Dicecar 3 Jam Saat Jadi Saksi Sidang Agung Sucipto, Nurdin Abdullah Beberkan Beberapa Fakta

“Setiap kali saya ketemu, saya sampaikan agar proses (lelang) benar, itu selalu saya sampaikan,” katanya.

Bahkan, NA juga mengungkapkan dalam sidang tersebut, dirinya pernah memanggil khusus Sari Pujiastuti karena ada laporan kalau Sari sering meminta uang kepada rekanan.

“Makanya saya panggil panggil ke rumah karena ada sesuatu yang penting, tidak pernah saya berikan arahan apapun,” NA menambahkan.

NA mengaku kecewa dengan kesaksian Sari Pudji yang dinilainya berbohong. Sebab, kata dia, diakuinya selalu memberi contoh yang baik kepada bawahannya.(*)

Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved