Breaking News:

Sembako Kena Pajak

Hidup Kian Sulit Kini Sembako Mau Dikenakan Pajak, Asosiasi Pedagang Protes Jokowi dan Sri Mulyani

Benarkah Sembako Kena Pajak, pajak sembako berapa, berapa pajak sembako,beras kena pajak, Jokowi, Sri Mulyani

Editor: Mansur AM
BIRO SETPRES
Presiden Jokowi blusukan cek harga sembako, wacana Sembako Kena Pajak memantik reaksi keras asosiasi pedagang 

TRIBUN-TIMUR.COM - Wacana sembako kena pajak pertambahan nilai (PPN) sampai di telinga asosiasi pedagang.

Tentu saja mereka protes keras.

Mengingat kebutuhan hidup dan perputaran ekonomi di masa sulit pandemi belum pulih.

Asosiasi pedagang pun menyampaikan protes kepada Presiden RI Jokowi dan Menteri Keuangan Sri Mulyani.

Pemerintah berencana menjadikan bahan pokok atau sembako sebagai obyek pajak pertambahan nilai (PPN).

Menanggapi hal itu, Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (Ikappi) memprotes rencana pemerintah untuk menjadikan bahan pokok sebagai obyek pajak.

Ketua Umum IKAPPI Abdullah Mansuri mengatakan, pemerintah diharapkan menghentikan upaya bahan pokok sebagai obyek pajak dan harus mempertimbangkan banyak hal sebelum menggulirkan kebijakan.

"Apalagi kebijakan tersebut digulirkan pada masa pandemi dan situasi perekonomian saat ini yang sedang sulit," ujarnya melalui siaran persnya, dikutip Kompas.com, Rabu (9/6/2021).

Ikappi menilai, bila bahan pokok dikenakan PPN, maka akan membebani masyarakat.

Sebab, barang yang dikenakan PPN meliputi beras dan gabah, jagung, sagu, kedelai, garam konsumsi, daging, telur, susu, buah-buahan, sayur-sayuran, ubi-ubian, bumbu-bumbuan, dan gula.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved