Breaking News:

TRIBUN TIMUR WIKI

Konten Pro Palestina Sering di Hapus Facebook, Ini yang Terjadi dengan Aplikasi Tersebut Sekarang

Tak hanya di belahan dunia lainnya, di Indonesia juga ternyata banyak pengguna Facebook yang postingannya terkait Palestina ikut dihapus.

ZDNET.COM
Ilustrasi. Facebook umumkan kebijakan baru di Indonesia di era pemerintahan Jokowi. 

TRIBUNTIMURWIKI.COM- Kekecewaan bagi para pengguna Facebook atas penghapusan konten pro Palestina berbuntut menurunnya rating aplikasi tersebut.

Tak hanya di belahan dunia lainnya, di Indonesia juga ternyata banyak pengguna Facebook yang postingannya terkait Palestina ikut dihapus.

Yang terbaru para karyawan Facebook juga ikut protes.

Dilansir dari Tribunnews.com, hampir 200 karyawan Facebook telah menandatangani surat yang mendesak para eksekutif perusahaan untuk mengatasi kekhawatiran bahwa konten pro-Palestina di situs media sosial sedang ditekan oleh sistem moderasi konten.

Surat itu, pertama kali dilaporkan oleh Financial Times (FT), mendesak kepemimpinan Facebook untuk mengambil langkah-langkah baru yang memastikan konten pro-Palestina tidak dihapus, seperti yang diklaim para kritikus selama konflik bulan lalu di Gaza.

Karyawan Facebook juga meminta manajemen “untuk memerintahkan audit pihak ketiga atas tindakan terkait konten Arab dan Muslim, dan untuk merujuk postingan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu yang menggambarkan warga sipil Palestina sebagai teroris ke dewan pengawas independennya,” lapor FT.

FT juga menyebutkan bahwa surat itu mendesak para eksekutif Facebook untuk membentuk satuan tugas internal untuk "menyelidiki dan mengatasi potensi bias" baik dalam sistem moderasi konten manusia dan otomatis.

Diposting di papan pesan internal perusahaan oleh kelompok karyawan bernama "Palestina@" dan "Muslim@", surat itu telah menerima setidaknya 174 tanda tangan anonim pada hari Selasa, menurut FT, seperti dilansir dari Aljazeera.

“Seperti yang disoroti oleh karyawan, pers, dan anggota Kongres, dan sebagaimana tercermin dalam penurunan peringkat toko aplikasi kita, pengguna dan komunitas kita pada umumnya merasa bahwa kita gagal memenuhi janji untuk melindungi ekspresi terbuka seputar situasi di Palestina,” surat kabarnya mengatakan.

“Kami percaya Facebook dapat dan harus berbuat lebih banyak untuk memahami pengguna kita dan berupaya membangun kembali kepercayaan mereka,” lanjut laporan itu.

Halaman
123
Penulis: Desi Triana Aswan
Editor: Waode Nurmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved