Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Hari Pancasila

Hari Pancasila 1 Juni, Soekarno Kejutkan Sidang PBB Saat Minta Dasar Negara Indonesia Dipakai PBB

Bawa Pancasila ke panggung dunia, Soekarno pernah gemparkan sidang PBB, gegara minta dasar negara Indonesia juga jadi dasar organisasi dunia

Editor: Arif Fuddin Usman
screenshot kompas.com
Bawa Pancasila ke panggung dunia, Soekarno pernah gemparkan sidang PBB, gegara minta dasar negara Indonesia juga jadi dasar organisasi dunia 

TRIBUN-TIMUR.COM - Pada tahun 1960-an nama Presiden Indonesia Soekarno menjadi pusat perhatian dunia.

Bukan tanpa alasan, hal itu lantaran kehebatan tokoh-tokoh nasional termasuk Bung Karno yang cukup mengejutkan publik dunia.

Sang Proklamator pernah diundang untuk berpidato di salah satu sidang umum Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB).

Kehebohan pun terjadi pada sidang PBB tanggal 30 September 1960 saat Presiden Soekarno naik podium.

Kala itu menyajikan dasar ideologi negara Indonesia, Pancasila di muka dunia.

Tanpa terkecuali Soekarno juga mengungkapkan inti dari Pancasila tersebut agar bisa ditiru dalam membentuk organisasi bangsa-bangsa dalam naungan PBB.

Hal itu diungkap oleh salah satu Menteri muda yang pernah berada di jajaran ring satu Presiden Soekarno menjelang lengser.

Dalam kanal Youtube Videonesia (27/12/2019), mantan Menteri Transmigrasi dan Koperasi itu mengungkap betapa terkejutnya dunia internasional dengan pidato Soekarno kala itu.

Bahkan Soekarno bermaksud untuk memberi contoh pada PBB untuk meniru Pancasila yang dimaksudkan Soekarno berupa rasa gotong-royong dalam menjalin hubungan antar negara.

Dalam kesempatan tersebut, Soekarno juga sempat mengutip sebuah ayat Al-Quran.

Hal itupun menjadi yang pertama kalinya tokoh muslim mengutip ayat Al-Quran dalam pertemuan bangsa-bangsa.

Bahkan menurut Achadi, selepas pidato di sidang umum PBB tersebut nama Soekarno semakin diperhitungkan dunia.

Tak sampai disitu, banyak penghargaan diberikan pada sosok Proklamator Kemerdekaan Indonesia oleh sejumlah negara muslim kala itu.

Namun ada hal yang tersembunyi di balik maksud Soekarno menyampaikan Pancasila di muka sidang PBB kala itu.

Mohammad Achadi mengungkapkan, kala itu Presiden Soekarno memang tengah memiliki misi untuk membuat PBB tandingan.

PBB tandingan tersebut berisi sejumlah negara yang juga baru saja merdeka seperti Indonesia.

Hal itu dimaksudkan agar negara-negara yang baru saja merdeka tersebut tidak didiskriminasi oleh negara yang telah lama merdeka dan negara-negara yang merasa berkuasa.

Namun maksud Soekarno tersebut harus kandas di tengah jalan lantaran peristiwa 5 tahun selepas dirinya jadi sorotan dunia di sidang PBB tersebut.

Yakni tepatnya beberapa peristiwa yang terjadi di Indonesia gegara gejolak politik sampai puncaknya pada tahun 1965 dengan peristiwa yang dikenal sebagai Gerakan 30 September atau G30S.

Sosok Soekarno

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, Soekarno memiliki nama dan gelar lengkap Dr. (H.C.) Ir. H. Soekarno1 (ER, EYD: Sukarno, nama lahir: Koesno Sosrodihardjo).

Ia lahir di Surabaya, Jawa Timur, 6 Juni 1901 dan meninggal di Jakarta, 21 Juni 1970 pada umur 69 tahun.

Soekarno merupakan Presiden pertama Republik Indonesia yang menjabat pada periode 1945–1967.

Ia adalah seorang tokoh perjuangan yang memainkan peranan penting dalam memerdekakan bangsa Indonesia dari penjajahan Belanda.

Soekarno adalah Proklamator Kemerdekaan Indonesia (bersama dengan Mohammad Hatta) yang terjadi pada tanggal 17 Agustus 1945.

Soekarno adalah yang pertama kali mencetuskan konsep mengenai Pancasila sebagai dasar negara Indonesia dan ia sendiri yang menamainya.

Soekarno menandatangani Surat Perintah 11 Maret 1966 (Supersemar) yang kontroversial.

Yang isinya —berdasarkan versi yang dikeluarkan Markas Besar Angkatan Darat— menugaskan Letnan Jenderal Soeharto untuk mengamankan dan menjaga keamanan negara dan institusi kepresidenan.

Supersemar menjadi dasar Letnan Jenderal Soeharto untuk membubarkan Partai Komunis Indonesia (PKI) dan mengganti anggota-anggotanya yang duduk di parlemen.

Setelah pertanggungjawabannya ditolak Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara (MPRS) pada sidang umum ke empat tahun 1967,

Soekarno diberhentikan dari jabatannya sebagai presiden pada Sidang Istimewa MPRS pada tahun yang sama.

Dan Soeharto yang menggantikannya sebagai pejabat Presiden Republik Indonesia. (*)

Artikel ini telah tayang di Sosok.ID dengan Judul "Bawa Pancasila ke Panggung Dunia, Soekarno Pernah Gemparkan Sidang PBB Gegara Minta Dasar Negara Indonesia Juga Jadi Dasar Organisasi Dunia

Sumber: Grid.ID
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved