Pemprov Sulsel Gagal Raih WTP
Gagal Raih WTP, Syaharuddin Alrif; Ganti Semua Kadis, Kabag dan Kasi
Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan gagal mempertahankan predikat opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).
Penulis: Ari Maryadi | Editor: Sudirman
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR -- Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan gagal mempertahankan predikat opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).
Ini kali pertama Pemprov Sulsel gagal meraih opini WTP dalam kurun waktu sebelas tahun terakhir.
Artinya ini terakhir kali Pemprov Sulsel tidak meraih Opini WTP pada tahun 2010 lalu.
Wakil Ketua DPRD Sulsel, Syaharuddin Alrif meminta Plt Gubernur Andi Sudirman Sulaiman mengevaluasi organisasi perangkat daerah jajarannya.
Legislator Fraksi Partai Nasdem itu menilai kegagalan meraih Opini WTP adalah mementum melakukan muhasabah dan introspeksi untuk Pemprov Sulsel.
"Selama 10 tahun berturut-turut kita meraih WTP dan 2021 kita meraih WDP," kata Syahar kepada wartawan, Jumat (28/5/2021).
"Saya minta Plt Gubernur ganti semua kadis, kabag, dan kasi yang kinerjanya tidak bagus yang membuat Sulsel hanya meraih WDP," tegas Syahar.
Syahar menegaskan, tahun 2020 ini menjadi motivasi untuk eksekutif dan legislatif agar tahun depan Sulsel bisa meraih lagi pengelolaan keuangan dengan predikat opini WTP lagi.
Syahar menyayangkan adanya temuan BPK RI mengenai penambahan bantuan keuangan oleh Pemprov yang tidak diketahui oleh DPRD Sulsel.
Ia menyindir bahwa hal itu adalah bentuk kinerja yang sangat bagus.
"Itu salah satu kinerja bagus karena saat itu ASN hanya (bersikap) ABS kepada gubernur yang lalu. Jadi secara teknis gubernur tidak tahu ASN hanya siap-siap maka terjadilah seperti ini," sindir Syahar.
Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI hanya memberikan predikat Opini Wajar dengan pengecualian atas Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Provinsi Sulsel Tahun Anggaran 2020.
"BPK memberi opini wajar dengan pengecualian," kata Kepala BPK RI perwakilan Sulsel Wahyu Priyono dalam Rapat Paripurna DPRD Sulsel, Jumat (28/5/2021).
Rapat Paripurna dihadiri Plt Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman, dipimpin oleh Ketua DPRD Sulsel Andi Ina Kartika Sari.
Wahyu mengatakan ada tiga catatan yang menyebabkan Pemprov Sulsel gagal meraih opini WTP.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/wakil-ketua-i-dprd-sulsel-fraksi-partai-nasdem-syaharuddin-alrif-31.jpg)