Penemuan Mayat Wanita
Keseharian Relawan ACT Sulsel yang Ditemukan Meninggal dalam Kamar Kos
Seorang tetangga kamar kos almarhum yang dihampiri mengatakan, Andi Wildana sudah empat tahun terakhir
Penulis: Muslimin Emba | Editor: Imam Wahyudi
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Mayat staf administrasi Aksi Cepat Tanggap (ACT) Sulsel, Andi Wildana Tungke (42), dibawa ambulans ke ruang Forensik Dokpol Biddokkes Polda Sulsel, Jl Andi Kumala, Makassar, Kamis (27/5/2021) malam.
Andi Wildana ditemukan tidak bernyawa dalam kamar kosnya di Jl Emmy Saelan No 3C, Kelurahan Tidung, Kecamatan Tamalate, Makassar.
Di kamar kos itu, ia diketahui tinggal seorang diri.
Rutinitas kesehariannya, hanya di kamar kos dan tempat kerjanya di kantor ACT Sulsel Jl Sultan Alauddin.
"Disini rata-rata orang kerja semua tinggal. Ini almarhum tinggal sendiri memang, kalau pagi keluar kerja, pulangnya biasa malam," kata ketua RW setempat, Sariwijawa.
Lebih jauh, Sariwjaya menjelaskan, kamar kos berlantai dua itu dihuni oleh pria dan wanita.
"Ada juga yang sudah berkeluarga, ada juga cewek. Kalau belum berkeluarga tidak boleh masukkan laki-laki, karena di sini adaji juga yang jaga," ujarnya.
Seorang tetangga kamar kos almarhum yang dihampiri mengatakan, Andi Wildana sudah empat tahun terakhir menempati kamar kosnya.
"Mau hampirja sama masuk, saya sudah empat tahun kos di sini," ucapnya.
Andi Wildana ditemukan meninggal dunia di kamar kosnya, nomor 23 lantai dua.
Ia ditemukan tidak bernyawa di atas kasurnya dalam posisi terlentang.
Kamar kos tersebut kini telah dipasangi garis polisi untuk kepentingan penyelidikan.
Penemuan mayat itu menggegerkan warga sekitar.
Warga berbondong-bondong mendatangi lokasi kos untuk menyaksikan prosesi evakuasi mayat.
Belum diketahui pasti penyebab meninggalnya wanita asal kabupaten Soppeng tersebut.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/suasan-di3www.jpg)