Breaking News:

Tribun Luwu Timur

Warga Desa Rante Balla Luwu Minta Ganti Rugi Pembebasan Lahan

 PT Masmindo Dwi Area (MDA) perusahaan tambang emas yang menggarap lahan di Desa Rante Balla Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan dipersoalkan warga.

Dok Warga
Suasana di Desa Rante Balla, Kecamatan Latimojong, Kabupaten Luwu, Sulsel yang jadi lokasi tambang emas 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - PT Masmindo Dwi Area (MDA) perusahaan tambang emas yang menggarap lahan di Desa Rante Balla Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan dipersoalkan warga.

PT MDA disoal karena, warga sekitar belum merasakan manfaat dari eksplorasi yang dilakukan perusahaan tersebut.

Termasuk lahan milik warga yang masuk dalam wilayah konsesi PT MDA, ternyata belum mendapat gati rugi untuk tanah mereka yang masuk dalam wilayah kerja.

Itu dibenarkan Camat Latimojong, Kabupaten Luwu Supriadi, yang juga mengaku punya lahan yang masuk wilayah konsesi di Desa Rante Balla.

"Mereka sudah eksplorasi lebih 30 tahun tapi belum dan gati rugi lahan sampai sekarang," ujar Supriadi, Rabu (19/5/2021).

"Saya sendiri punya lahan di sana. Dan ada sekitar 1.600 hektare lebih lahan yang harus dibebaskan, padahal kita sudah bicarakan termasuk dengan bupati," ujar Supriadi.

Dia berharap itikad baik dari pihak PT MDA untuk menyelesaikan pembebasan lahan milik warga agar tidak terkatung-katung.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Bupati Luwu Syukur Bijak, memilih mendukung keinginan warga agar lahan mereka segera diganti rugi.

"Masmindo itu sudah lama di Luwu. Saya belum tahu persis bagaimana kelanjutannya, tapi Masmindo harus menepati janji dan komitmennya untuk segera ganti rugi lahan warga sesuai kesepakatan untuk pembagunan di Luwu," katanya.

Manager Goverment Relation PT MBA, Wahyu DP merespon hal tersebut.

"Soal pembebasan lahan, sampai sekarang, memang belum lakukan pembebasan lahan, karena masih dalam tahap review," ujarnya.

"Kalau sudah selesai, paling tidak pertengahan tahun ini kita masuk pada tahapan proses pembebasan lahan," tambah Ditto sapaannya.

Dari belasan ribu hektare lahan yang masuk area konsesi, baru sekitar 2.500 hektare lahan yang ditemukan memiliki sumber daya dan cadangan di wilayah Desa Rante Balla, Kecamatan Latimojong, Kabupaten Luwu, Sulsel.

"Kalau pun sekarang kami belum membebaskan lahan, tidak berarti kita menguasai, kita tetap membolehkan mereka (warga) masuk," ujarnya.

"Mereka leluasa keluar masuk berkebun, karena kami belum ada aktivitas sama sekali. Kami juga sih terus lakukan kajian dengan pemkab sana," imbuh Ditto. (*)

Penulis: Muhammad Fadhly Ali
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved