Breaking News:

Sidang Kasus Suap NA

JPU Bacakan Dakwaan Agung Sucipto, Ada Nama Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa Sulsel

JPU Bacakan Dakwaan Agung Sucipto, Ada Nama Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa Sulsel

Penulis: Andi Muhammad Ikhsan WR | Editor: Hasriyani Latif
TRIBUN-TIMUR.COM/ANDI MUHAMMAD IKHSAN WR
Sidang pembacaan dakwaan, Agung Sucipto selaku terdakwa kasus suap infrastruktur, telah digelar di Ruang sidang Prof Harifin Tumpa, Pengadilan Negeri Kelas IA Khusus Makassar, Selasa (18/5/2021). 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - M Yasri selaku Jaksa Penuntut Umum (JPU) terdakwa kasus suap infrastruktur yang melibatkan Agung Sucipto, menyebut nama Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa Sulsel, Sari Pudjiastuti.

Pembacaan dakwaan dilakukan secara luring terbatas di Ruang sidang Prof Harifin Tumpa, Pengadilan Negeri Kelas IA Khusus Makassar, Selasa (18/5/2021).

Yasri mengungkapkan, jika Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah (NA) yang saat ini berstatus tersangka, meminta Sari Pudjiastuti agar memenangkan PT Cahaya Sepang Bulukumba milik Agung Sucipto.

"Nurdin Abdullah meminta Sari Pudjiastuti agar memenangkan kontraktor terkait, pada lelang di pengadaan barang dan jasa," ujar Yasri, saat membacakan dakwaan.

Lanjutnya, NA meminta agar pemenang tender harus sesuai dengan kontraktor yang sudah dipilihnya, salah satunya terdakwa Agung Sucipto.

"Apa yang diminta NA agar pemenang proyek adalah kontraktor yang sudah dipilihnya, termasuk terdakwa," jelasnya.

Yasri mengatakan, salah satu proyek dimaksud, yaitu pembangunan Jalan Ruas Palampang-Munte-Bontolempangan, Kabupaten Bulukumba, dari Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun anggara 2020, dengan nilai Rp 15,7 miliar.

"Selanjutnya Sari Pudjiaatuti mengatakan kepada anggota Pokja II, agar memenangkan perusahaan terdakwa, atas pengerjaan Jalan Palampang - Bontolempangan, dengan mengatakan jika ini merupakan permintaan dari NA," jelasnya.

Sehingga, para bawahannya mencari kesalahan perusahaan lain yang ikut lelang, sehingga perusahaan milik terdakwa Agung Sucipto tetap berada di urutan pertama.

"Dengan cara mencari kesalahan perusahaan lain, agar ada alasan untuk menggugurkan, sehingga PT Sepang Bulukumba milik terdakwa bisa berada di peringkat satu," pungkasnya.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved