Polda Metro Jaya
Penjahat Takuti Iptu Santi Sejak Ingin Menembak 2 Bandit Penganggu Remaja di Jakarta Pusat
Sebelum membongkar jaringan narkoba jenis sabu 310 kg, cerita keberanian Iptu Santi sudah ada sejak menjadi Kanit Reskrim Polsek Kemayoran.
TRIBUN-TIMUR.COM- Perwira Polwan Polda Metro Jaya, Iptu Santi atau I Dewa Ayu Santi Rendang ternyata bukan polisi biasa.
Selain pernah mengeyam pendidikan sebagai Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) 2008 lalu.
Ternyata, dia dikenal sebagai polisi pemberani.
Ada suatu ketika dia berhadapan dengan penjahat.
Iptu Santi dengan tidak segang ingin menembak para penjahat itu.
Cerita itu terjadi ketika awal 2020 lalu.
Baca juga: Iptu Santi Pembongkar Sabu Senilai Rp 400 M Polisi Garang, Malam Jadi Ibu Rumah Tangga Urus Anak
Saat itu, Iptu Dewa Ayu Santi Rendang ramai diperbincangkan publik karena aksinya menangkap dua jambret yang menyasar remaja di kawasan Kemayoran, 2020 lalu.
Saat menjabata Kanit Reskrim Polsek Kemayoran, Iptu Santi memimpin penangkapan dua bandit spesialis penjambretan.
Kedua bandit yang belasan kali beraksi di wilayah Kemayoran, Jakarta Pusat.
Mereka pun tak berkutik ketika Iptu Santi menembak bila nekat kabur.
Dor!
Suara tembakan memecah dari pistol Iptu Santi.
Baca juga: Cerita Keberanian Mantan Pembawa Baki Bendera Merah Putih Iptu Santi Bongkar Sabu-sabu 310 Kg
“Berhenti atau kami tembak!,” perintah Iptu Santi kala itu.
Suara letusan senjata api itu membuat bandit berinisial, MH (27 dan S (30) berhenti berlari.
Keduanya tak berkutik di tangan Iptu Santi.