Breaking News:

Tribun Wajo

Dua Pekan Nol Kasus Covid-19 di Wajo, Pemerintah Harap Tak Ada Klaster Baru Usai Lebaran

Dua Pekan Nol Kasus Covid-19 di Wajo, Pemerintah Harap Tak Ada Klaster Baru Usai Lebaran

TRIBUN-TIMUR.COM/HARDIANSYAH ABDI GUNAWAN
Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Wajo, Safaruddin. 

TRIBUNWAJO.COM, SENGKANG - Alhamdulillah! Sudah dua pekan tak ada tambahan kasus virus corona atau Covid-19 di Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan.

Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Wajo mencatat, sudah tidak ada lagi kasus aktif sejak pasien terakhir di RSUD Lamaddukelleng Sengkang, meninggal dunia dua pekan lalu.

"Sampai saat ini belum ada tambahan. Masih nol kasus dan kita harapkan ini terus bertahan," kata Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Wajo, Safaruddin, Rabu (12/5/2021).

Sejak kasus Covid-19 pertama kali muncul di Kabupaten Wajo pada April 2020, sudah ada 787 orang yang dinyatakan terpapar.

Sebanyak 21 orang telah meninggal dunia dan 766 orang dinyatakan sembuh.

"Mudah-mudahan nol kasus ini bertahan juga usai lebaran nanti," kata kabid humas Dinas Komunikasi, Informasi, dan Statistik Kabupaten Wajo itu.

Ia berharap momentun Idulfitri 1442 H/2021 M ini tidak menjadi klaster baru penyebaran virus corona.

"Kami sangat berharap masyarakat tetap menaati aturan-aturan pemerintah. Sebab, aturan itu semata-mata untuk melindungi masyarakat dari bahaya virus ini," katanya.

Safar menambahkan, India menjadi contoh negara dengan lonjakan kasus Covid-19 yang tak terkendali dan pemerintah tak ingin apa yang terjadi di India terjadi pula di Indonesia pasca lebaran.

Diketahui, Pemerintah Kabupaten Wajo membatasi akses masuk ke Kabupaten Wajo bagi para pemudik selama periode 6 Mei sampai 17 Mei 2021.

Selain itu, pelaksanaan salat Id juga dibatasi dengan kapasitas 50% maksimal dilakukan di masjid, musallah, maupun lapangan.

Halalbihalal maupun open house disarankan untuk tidak dilakukan, mengingat kontak antar manusia tak dapat terhindarkan pada acara semacam itu.

Takbir keliling, yang senantiasa dilakukan pada malam lebaran juga ditiadakan dan diganti dengan menggemakan takbir di masjid dengan jumlah orang sangat dibatasi.

Tetap disiplin protokol kesehatan dengan menerapkan 5 M.

Yakni, memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilitas.(*)

Penulis: Hardiansyah Abdi Gunawan
Editor: Hasriyani Latif
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved