Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Tribun Bulukumba

Motif Pembunuhan Kadus Katangka Bulukumba, Berawal dari Pengerjaan Jalan

Terduga pelaku pembunuhan Aliani, Syahruddin masih ditahan di Direktorat Perawatan Tahanan dan Barang Bukti (Dit Tahti) Polda Sulawesi Selatan

Penulis: Firki Arisandi | Editor: Sudirman
ist
Polisi akhirnya berhasil menangkap terduga pelaku pembunuhan Kepala Dusun (Kadus) Katangka, Desa Karama, Kecamatan Rilau Ale, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan (Sulsel) Aliani. 

TRIBUNBULUKUMBA.COM, UJUNG BULU - Terduga pelaku pembunuhan Aliani, Syahruddin masih ditahan di Direktorat Perawatan Tahanan dan Barang Bukti (Dit Tahti) Polda Sulawesi Selatan (Sulsel).

Sebelumnya, ia ditetapkan sebagai tersangka setelah membunuh Aliani, kepala dusun Katangka, Desa Karama, Kecamatan Rilau Ale, Kabupaten Bulukumba.

Syahruddin ditangkap di Bandara Soekarno Hatta, saat transit dari Balikpapan.

Saat itu, ia hendak melarikan diri ke Papua.

"Tersangka masih ditahan di Dit Tahti Polda Sulsel. Untuk perpanjangan penahanan juga telah dikirim," kata Kanit Pidum Satreskrim Polres Bulukumba, Ipda Daniel Nainggolan, Jumat (7/5/2021).

Dari hasil introgasi, kata dia, motif pembunuhan ini berawal dari proyek pengerjaan jalan.

"Itu gara-gara masalah cor. Kan ada jalanan di cor (rabat beton). Nah, ada jalan ke rumah warga masing-masing untuk dilewati motor, tersangka minta itu juga di cor," jelas Daniel.

"Almarhum tidak melarang untuk dicor, tapi harus dilakukan sendiri. Tapi maunya tersangka harus ada tukang yang kerja," tambah Daniel.

Namun korban lanjut Daniel, meminta untuk mengonsultasikan ini kepada kepala desa (Kades).

Tapi tersangka tak puas dengan respon dari Aliani.

"Korban bilang tidak bisa, saya konsultasikan dulu ke pak desa. Tapi tersangka tidak puas. Besoknya, tersangka kembali datangi lagi. Disitulah terjadi pembunuhan," jelasnya.

Daniel juga mengungkapkan, bahwa pelaku memang sering bawa badik dalam kesehariannya.

Sekadar diketahui, Aliani yang merupakan Kepala Dusun Katangka, Desa Karama, yang ditemukan meninggal dengan keadaan tragis, Senin (19/4/2021) lalu.

Beberapa bagian tubuhnya memar seperti terkena benda tumpul.

Dan beberapa bagian tubuh lainnya terkena tikaman benda tajam.

Aliani ditemukan oleh warga dalam keadaan tergeletak di depan rumahnya, bajunya telah berlumur darah.

Sebelumnya, Kepala Desa Karama, Jusman menceritakan, sebelum kejadian, Aliani memang sempat mendapat ancaman dari salah seorang warga.

Ancaman itu datang setelah ia meninjau progres proyek rabat beton di Desa Karama. (TribunBulukumba.com)

Laporan Wartawan Tribun Timur, Firki Arisandi

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved