Breaking News:

Mukjam Ramadan

Lailatul Qadri dan Isra Mi'raj; Tentang 2 Wujud dan Kemampuan Jibril

SEKITAR tahun ketiga Hijriyah (624 Masehi), --pada majelis sahabat di pelataran Raudah Madinah--, Nabi Muhammad SAW menceritakan, hanya dua kali dia

Penulis: Thamzil Thahir | Editor: Edi Sumardi
MICHAEL HULKIAWAR
Ilustrasi, Ambon, Provinsi Maluku. 

Ini tentang besar, tinggi, dan luas wujud Jibril.

Inilah yang mengkonfirmasikan mobilitas dan kecepatan Jibril membawa Nabi dari Mekkah ke Masjidil Aqsa, lalu menerbangkan (isra) secepat kilat ke langit sidratul muntaha' dan memulangkannya (mi'raj) ke bumi manusia.

Tentang "volume dan kemampuannya", sebuah riwayat yang dinukilkan Ibn Katsir, menyebutkan; Dalam perjalanan suci Isra' Mi'raj, sesampainya di pos perjalanan Sidratul Muntaha, Malaikat Jibril tidak sanggup lagi mendampingi Rasulullah untuk terus naik menghadap kehadirat Allah SWT;

Jibril pun berkata, "Aku sama sekali tidak mampu mendekati Allah, perlu 60.000 tahun lagi aku harus terbang. Itulah jarak antara aku dan Allah yang dapat aku capai. Jika aku terus juga ke atas, aku pasti hancur luluh."

Penggabaran ini sekaligus mengabarkan, bahwa Nabi Muhammad lebih "kapabel" dari Jibril karena bisa tembus Langit Arsy untuk menerima perintah shalat.

Sedangkan saat membacakan kisah orang-orang terdahulu, atau menerima perintah lain, seperti Puasa, Haji dan ibadah muamalah, Jubril lebih "manusiawi".

Di surah Albaqarah;97 fungsi utama sang komandan Malaikat itu, hanya mendelivery wahyu langit ke bumi ke dalam hati dan jiwa Muhammad; "Barang siapa yang menjadi musuh Jibril, maka Jibril itu telah menurunkannya ( Al Quran ) ke dalam hatimu dengan seizin Allah; membenarkan apa (kitab-kitab) yang sebelumnya dan menjadi petunjuk serta berita gembira bagi orang-orang yang beriman. Barang siapa yang menjadi musuh Allah, malaikat-malaikat-Nya, rasul-rasul-Nya, Jibril dan Mikail, maka sesungguhnya Allah adalah musuh orang-orang kafir." (Albaqarah 97)

Di awal-awal masa turunnya wahyu di Mekkah, kondisi fisik dan psikis Muhammad bin Abdullah, masih labil.

Itu terjadi di bulan kesembilan tahun 12 sebelum Hijrah atau 610 Masehi.

Malam-malam Nuzulul Quran ke bumi, senantiasa menegangkan.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved