Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Refleksi Ramadan 1442

Refleksi Ramadan 1442: Spirit Ramadan vs Rayuan Kapitalisme

Mazhab kapitalis memahami bahwa tubuh manusia, makanan dan bahkan tidur bermuara pada kenikmatan mendikte dan mengontrol umat manusia.

Editor: AS Kambie
dok.tribun
Supratman Supa Atha'na, Dosen Sastra Asia Barat Fakultas Ilmu Budaya Unhas 

Oleh: Supratman Supa Athana
Dosen Sastra Asia Barat FIB Unhas

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Ramadan bertentangan tentu saja dengan kapitalisme.

Kapitalisme adalah produk ilmu pengetahuan Barat yang bersandarkan pada kehidupan yang bergelimang dan mengandalkan materi.

Sistem kapitalis didasarkan pada tumbuhnya dorongan konsumerisme di bidang pangan, barang dan jasa, yang secara fundamental bertentangan dengan semangat dan ajaran Ramadan.

Spirit Ramadan kontra dengan mazhab kapitalisme yang menganggap dunia materi sebagai sarana untuk pengembangan spiritual dan mencapai kebahagiaan abadi.

Mazhab kapitalis memahami bahwa tubuh manusia, makanan dan bahkan tidur bermuara pada kenikmatan mendikte dan mengontrol umat manusia.

Fondasi spirit Ramadan bersumber pada spiritualitas keridhoan manusia.

Loyalitas dan pengabdian adalah cara untuk mencapai tingkat kemanusiaan yang tertinggi.

Puasa berkepentingan membebaskan umat manusia dari jebakan kapitalisme, menjauhi keserakahan, mengekang diri atas kelezatan materi.

Puasa juga mengajarkan bahwa seharusnya kita punya simpatik kepada orang lain, pemenuhan kebutuhan materi secukupnya saja dan tubuh tidak seharusnya dimanjakan dengan kesenangan yang berlimpah.

Bulan suci Ramadan adalah bulan puasa bagi kita umat Islam yang merupakan kesempatan untuk kembali ke akar diri sendiri dan mengenali kekurangan individu dan masyarakat kita.

Kesempatan di bulan suci ini untuk menyembah dan mengingat Tuhan yang sangat terkondisikan dengan amalan puasa di siang hari.

Tentunya bukan berarti kita harus beribadah hanya di bulan ini saja, melainkan harus lebih memanfaatkan kesempatan di bulan ini.

Sistem ekonomi dan keuangan dalam sistem kapitalis diatur sedemikian rupa sehingga hanya satu persen yang menikmati keuntungannya.

Sistem kapitalisme menghargai hasrat konsumerisme, sebaliknya kepuasan dan penghematan diabaikan.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved