Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Fakultas Teknik Unhas

SCImago Rilis Universitas Hasanuddin Peringkat 1 Indonesia Bidang Teknik di Atas ITB, UI, dan ITS

Unhas untuk bidang teknik mengalahkan kampus-kampus ternama seperti Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Indonesia (UI) dan ITS.

Penulis: Rudi Salam | Editor: Arif Fuddin Usman
dok tribun timur
Kampus Fakultas Teknik Unhas Gowa di Jl Poros Malino, Kabupaten Gowa 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Lembaga Pemeringkatan Perguruan Tinggi Dunia yang beralamat di Spanyol, SCImago Institutions Rankings (SIR) merilis peringkat PT 2021.

Hasil rilis SCImago Institutions Rankings, kampus Universitas Hasanuddin (Unhas) menempati Peringkat 1 (satu) di Bidang Teknik (Engineering) di Indonesia.

Unhas untuk bidang teknik mengalahkan kampus-kampus ternama seperti Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Indonesia (UI) dan ITS.

Berdasarkan database yang diakses pada tanggal 23 April 2021, Bidang Teknik Universitas Hasanuddin menempati peringkat 453 dunia, peringkat 205 Asiatic Region dan Peringkat 1 di Indonesia.

The SCImago Journal & Country Rank adalah portal yang tersedia untuk umum. Situs ini dapat diakses di https://www.scimagoir.com/rankings.php.

Dalam melakukan pemeringkatan, The SCImago Journal & Country Rank,  mencakup jurnal dan indikator ilmiah negara yang dikembangkan dari informasi yang terkandung dalam database Scopus.

Pada situs ini dapat dilihat peringkat institusi pendidikan tinggi yang ditetapkan berdasarkan 3 indikator yaitu kinerja riset, hasil inovasi dan dampak sosialnya.

Dekan Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin (FT Unhas), Prof Dr Ir M Arsyad Thaha MT, menyambut gembira pencapaian yang diraih FT Unhas tersebut.

Dekan Fakultas Teknik Unhas, Prof Muhammad Arsyad Thaha.
Dekan Fakultas Teknik Unhas, Prof Muhammad Arsyad Thaha. (tribun-timur.com/ari maryadi)

Prof Arsyad mengatakan bahwa sejak Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin berpindah ke Kampus Baru di Kabupaten Gowa tahun 2015, kegiatan riset, inovasi dan pengabdian terus diperkuat.

Hasilnya terlihat bahwa beberapa tahun terakhir Fakultas Teknik menjadi fakultas penyumbang Publikasi Ilmiah Internasional Bereputasi terbesar di Universitas Hasanuddin (Unhas).

Puluhan inovasi teknologi yang telah dihasilkan dan telah ikut berkontribusi di dunia internasional dengan fakta terbita dalam jurnal terindeks Scopus.

Beberapa inovasi yang terakhir ditelorkan adalah extraoral aerosol mobile guided channel (e-magic) atau alat menghisap virus termasuk Covid 19 dan bakteri lainnya dari mulut pasien dokter gigi.

Kemudian ada smart wheel chair (kursi robot), smart parking, motor listrik, kapal nelayan listrik, dan lainnya.

Pengabdian Masyarakat

Berikutnya dari sisi pengabdian masyarakat, mahasiswa Fakultas Teknik di bawah bimbingan dosennya sangat aktif terlibat dalam pengembangan peralatan-peralatan anti Covid-19.

Seperti produksi alat smart hand washer, melakukan pembimbingan masyarakat dalam mengubah sampah plastik menjadi bahan bakar minyak.

Prof Arsyad Thaha berkomitmen bahwa fasilitas riset baru dan modern yang dimiliki FT Unhas di Kampus Teknik Unhas Gowa harus dioptimalkan.

Tidak kurang sekitar 90 laboratorium riset dimiliki FT Unhas yang didukung dengan SDM yang berkualifikasi doktor.

"Dengan fasilitas dan SDM andal, tentu harus dioptimalkan untuk mendukung program besar Universitas Hasanuddin menuju World Class University (WCU)," tegas Arsyad Thaha.

Lebih lanjut Arsyad Thaha mengatakan, kiprah Fakultas Teknik Unhas untuk menjadi pusat pengembangan inovasi teknologi di Kawasan Timur Indonesia menuju Era Industri 5.0 akan semakin kuat.

Bahkan bakal lebih meningkat lagi jika kelak telah berdiri menjadi sebuah Institut Teknologi. Sebagaimana yang dicita-citakan selama ini.

Selain itu Arsyad Thaha menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh civitas akademika Fakultas Teknik Unhas.

Terutama kepada para dosen/peneliti, penulis karya ilmiah dan inventor yang telah memberikan kontribusinya sehingga capaian terbaik ini bisa di raih.

Arsyad Thaha juga menyampaikan bahwa kehadiran Science Techno Park (STP) Unhas akan semakin memacu berkembangnya suasana akademik dan inovatif di Kampus Bontomarannu ini.

Science Techno Park (STP) Unhas telah diresmikan oleh Menristek dan BRIN Prof Bambang Soemantri Brodjonegoro PhD beberapa waktu lalu dan unitnya segera juga diluncurkan di Kampus Teknik Unhas Gowa. 

3 Prodi Raih Akreditasi IABEE

Tiga Program Studi pada lingkup Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin mendapatkan pengakuan dari Indonesian Accreditation Board for Engineering Education (IABEE). 

Ketiga  prodi tersebut yakni Prodi Teknik Sipil, Prodi Teknik Elektro dan Prodi Teknik Lingkungan. 

Dekan Fakultas Teknik Unhas, Prof Muhammad Arsyad Thaha, menyampaikan rasa syukurnya atas capaian ini. 

Ia mengatakan, khusus untuk Prodi Teknik Sipil dan Teknik Elektro sebelumnya juga telah mendapatkan pengakuan internasional dari ABET. 

Sehingga, secara konsisten FT Unhas terus memaksimalkan pengembangan mutu pembelajaran. 

"Bahkan untuk Teknik Sipil sudah menyandang 3 macam pengakuan internasional, termasuk AUN-QA tahun 2018," ujarnya, Minggu (4/4/2021).

Berikutnya Teknik Lingkungan yang juga terakreditasi IABEE. Menurut Prof Arsyad ini merupakan bukti standar mutu pembelajaran Unhas sudah diakui secara internasional. 

"Alumninya bisa disetarakan dengan alumni perguruan tinggi internasional yang bernaung di bawah Washington Accord," jelas Prof Arsyad. 

Lebih lanjut, Prof Arsyad menjelaskan siklus proses akreditasi IABEE berlangsung satu tahun, mulai dari registrasi, penyerahan laporan evaluasi diri, penelaahan dan tanggapan prodi dalam beberapa putaran, visitasi hingga evaluasi pertama untuk selanjutnya penetapan hasil assesmen. 

Prof Arsyad menambahkan, ada beberapa hal utama yang diassesmen yakni rancangan dan capaian hasil dari profil lulusan termasuk pemenuhan Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL).

Rancangan dan implementasi kurikulum yang mampu memenuhi CPL, kondisi mahasiswa, kualifikasi dosen, dukungan fasilitas dan pimpinan universitas dalam proses pembelajaran.

Hingga proses evaluasi mutu dan perbaikan berkelanjutan. 

"Dengan capaian ini akan semakin memberikan keyakinan dan menguatkan mutu pembelajaran di prodi tersebut kepada khalayak," katanya

Tidak hanya itu, katanya, daya saing mutu dengan perguruan tinggi lainnya semakin meningkat.

"Sehingga mendorong lulusan untuk memenuhi kebutuhan SDM pasar juga menjadi dukungan fakultas untuk Unhas menuju World Class University," katanya.

Melalui hasil assesmen tersebut, Prof Arsyad berharap implementasi dari masukan IABEE dapat terus dijalankan untuk menghasilkan pengelolaan prodi yang bermutu. 

Diketahui, IABEE merupakan organisasi independen nirlaba yang didirikan sebagai bagian dari lembaga Persatuan Insinyur Indonesia (PII) untuk menumbuhkan budaya mutu dalam pengelolaan pendidikan tinggi di bidang teknik dan computing. 

Lembaga akreditasi ini juga telah diakui oleh Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi.

Lembaga ini dibentuk dengan pembinaan oleh JABEE (Japan Accreditation Board for Engineering Education) yang telah berstatus sebagai penandatangan Washington Accord.

Yakni perjanjian multilateral yang mengatur kesetaraan berbagai lembaga akreditasi mandiri dari mancanegara untuk program-program studi bidang keteknikan. (*)

Sumber: Tribun Timur
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved