Breaking News:

Dirtipideksus Bareskrim Polri

Sosok Brigjen Helmy Santika, Karir Tocker Ungkap Pembunuh Sadis Ryan Kini Urus Investasi Bodong EDC

Dirtipideksus Bareskrim Polri Brigjen Pol Helmy Santika menangani kasus EDC Cash penipuan yang ditaksir hingga Rp 285 miliar. Lebih 57 ribu membernya

KOMPAS.COM
Dirtipideksus Bareskrim Polri Brigjen Helmy Santika 

TRIBUN-TIMUR.COM - Dirtipideksus Bareskrim Polri Brigjen Pol Helmy Santika menangani kasus EDC Cash penipuan yang ditaksir hingga Rp 285 miliar.

Bareskrim Mabes Polri sedang mengusut kasus penipuan investasi bodong EDC.

Kasus ini ditangani langsung Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dirtipideksus) Bareskrim Polri, Brigjen Helmy Santika.

Tidak tanggung-tanggung, kerugian investor dalam kasus ini lebih Rp 285 miliar.

Ada 57 ribu lebih member yang jadi korban kasus penipuan investasi abal-abali ini.

Bareskrim Mabes Polri akan mengusut kasus ini secara transparan. Dan Brigjen Helmy Santika menjanjikan kasus ini akan menemui titik terang.

Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dirtipideksus) Brigjen Helmy Santika menyampaikan kerugian yang dialami member penipuan investasi bodong E-Dinar Coin (EDC) Cash mencapai Rp 285 miliar.

Asumsi kerugian itu berdasarkan member yang terdaftar EDCCash yang diperkirakan mencapai 57 ribu. Adapun setiap membernya minimal diminta menyetor Rp 5 juta.

Dijelaskan Helmy, uang itu ditukarkan dengan koin sebanyak 200 koin, membayar sewa cloud 1 bulan kedepan dan akumulasi untuk sponsor (upline). 

"Jadi setiap member akan diminta untuk mentransfer sejumlah Rp 5 juta yang dari uang itu akan dikonfersikan menjadi koin. Koin senilai 200 koin, kemudian Rp 1,3 juta untuk sewa Claude 1 bulan dan lain-lain," kata Helmy di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (22/4/2021).

Halaman
1234
Editor: Mansur AM
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved