Breaking News:

Cerita Dai Muda Jalani Ramadan di Pedalaman, Siaga di Masjid Pagi Sampai Sore Ajar Warga Mengaji

Desa di ketinggian pegunungan Latimojong, Kabupaten Luwu menjadi lokasi dakwah Ustadz Muhammad Syukur Asirun.

Editor: Fahrizal Syam
Laznas BMH Sulsel
Dai muda Laznas BMH Sulsel, Muhammad Syukur Asiru 

TRIBUN-TIMUR.COM, LUWU - Petugas dakwah Lembaga Amil Zakat Baitul Maal Hidayatullah (Laznas BMH) telah berada di berbagai daerah di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat.

Berbagai tugas keagamaan dan sosial mereka laksanakan seperti, menjadi imam salat, mengajar mengaji, membersihkan masjid, dan membantu warga sekitar.

“Assalamu 'Alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh. Disampaikan kepada warga Desa Tabang, Bahwa, InsyaAllah selama Ramadan, Ustadz Syukur akan tinggal di masjid dari ba'da Salat Subuh hingga Salat Maghrib. Bagi warga yang ingin belajar mengaji, silahkan datang ke masjid di sepanjang waktu itu."

Baca juga: Kabar Baik untuk ASN di Sinjai dan Lutim, Pemkab Sudah Siapkan THR Miliaran, Bakal Segera Dicairkan

Demikian pengumuman yang disampaikan lewat toa oleh Pengurus Masjid Desa Tabang.

Desa di ketinggian pegunungan Latimojong, Kabupaten Luwu ini menjadi lokasi dakwah Ustadz Muhammad Syukur Asirun.

Muhammad Syukur Asirun adalah satu dari 15 dai program Sebar Dai Ramadhan BMH - Yayasan Hadji Kalla tahun ini.

Menurut Ustadz Syukur, hanya ada satu masjid di desa yang tinggali oleh lebih dari 1.000 orang warga ini.

Jarak rumah di sini pun berjauhan, dengan

Baca juga: Ditolak Warga, Izin SPBU Samratulangi Bulukumba Terbit Lewat OSS

jalanannya yang belum diaspal.

"Sehingga kami bersama pengurus masjid berinisiatif untuk memberikan kemudahan bagi warga yang ingin belajar mengaji dengan cara seperti ini. Apalagi, warga di sini mayoritas kesibukannya adalah berkebun, sehingga kita fleksibel saja menerima kapan mereka siap untuk belajar," kata Muhammad Syukur Asirun dalam keterangannya, Kamis (22/4/2021).

Ia mengatakan, setiap hari selalu ramai yang datang belajar di masjid.

"Pagi, siang, sore selalu ada warga yang ke masjid untuk belajar mengaji,” kata dai muda jebolan Sekolah Dai Hidayatullah Sutanbatara ini.

Baca juga: Ditolak Warga, Izin SPBU Samratulangi Bulukumba Terbit Lewat OSS

“Setiap malam kami berusaha untuk menyampaikan ceramah tarawih. Kami ingin keberadaan kami di Desa Tabang ini memberikan manfaat lebih,” terang dai kelahiran Konawe Sultra ini.

Ia mengaku selalu bersyukur, karena semua ikhtiar itu mendapatkan dukungan dan respon yang baik dari warga dan pemerintah setempat.

"Termasuk menjadi dai tetap dalam safari dakwah dari dusun ke dusun bersama pemerintah desa setempat," pungkasnya. 

Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved