MLB PKB
Kader PKB Bantaeng Minta Cak Imin-Azhar Arsyad Mundur dan Tanggung Jawab Biaya Pilkada
Setelah usulan dari kader Kabupaten Jeneponto dan Kabupaten Sinjai, kini kader asal Kabupaten Bantaeng juga mengusulkan hal serupa.
Penulis: Ari Maryadi | Editor: Imam Wahyudi
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Tuntutan Muktamar Luar Biasa (MLB) terhadap kepempimpinan Muhaimin Iskandar kembali datang dari kader Partai Kebangkitan Bangsa di Sulawesi Selatan.
Setelah usulan dari kader Kabupaten Jeneponto dan Kabupaten Sinjai, kini kader asal Kabupaten Bantaeng juga mengusulkan hal serupa.
Kader sekaligus mantan Sekretaris DPC PKB Kabupaten Bantaeng Muhammad Shabran Dahlan meminta Ketua Umum Muhaimin Iskandar dan Ketua DPW PKB Sulsel Azhar Arsyad mundur dan bertanggung jawab.
Shabran mengatakan Cak Imin dan Azhar Arsyad harus mempertanggungjawabkan kegagalan tata kelola biaya suksesi pilkada yang disetor konstestan pilkada serentak 2018 lalu.
Shabran mengatakan biaya suksesi tersebut mengendap di DPP dan tidak turun ke DPC.
Padahal, katanya, biaya suksesi itu dibutuhkan kader dan tim pemenangan untuk berjuang memenangkan paslon.
"Beliau (Azhar Arsyad) harus mundur dan bertanggung jawab (jika terbukti). Beliau dianggap perlu untuk ikut bertanggung jawab dan pantas untuk ikut mengklarifikisi kecurigaan beberapa DPC di Sulsel perihal keterlibatannya dalam biaya suksesi pilkada yang mengendap," kata Shabran kepada Tribun Timur, Selasa (20/4/2021).
Shabran mengatakan, beberapa DPC PKB menganggap tata kelola partai dalam hal menangani pilkada bermasalah, khususnya terkait pembiayaan dan cost pemenangan atas nama biaya suksesi pilkada.
Ia mengatakan biaya suksesi pilkada itu semestinya digunakan oleh DPC selaku pelaksana kegiatan.
"Tapi itu hanya mengendap di DPP dan kemungkinan juga hanya terdistribusi ke DPW," ujar Shabran.
Ia mengatakan, mantan Sekretaris DPW PKB Sulsel mendiang H Sunnari Rafi salah satu saksi biaya suksesi pilkada tersebut.
"Sayang salah satu sumber telah wafat," katanya.
Shabran mengatakan buntut dari salahnya tata kelola biaya suksesi pilkada itu tampak dari kegagalan beberapa usungan PKB.
Hal itu, katanya, dikarenakan mesin partai di tingkat DPC yang mestinya bekerja maksimal menjadi tidak maksimal.
Muhammad Shabran Dahlan masih menjabat Sekretaris DPC PKB Kabupaten Bantaeng dalam Pilkada serentak 2018 lalu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/kader-sek34344.jpg)