Breaking News:

KKB Papua

OPM Diusul Jadi Teroris, Senator Papua Filep Wamafma Minta Era Jokowi Belajar ke Gusdur dan Soekarno

Senator Papua Barat, Dr Filep Wamafma mengajak pemerintahan Joko Widodo untuk belajar tangani konflik KKB dan OPM ke Soekarno dan Gus Dur.

tribunnews.com
Senator Papua Barat, Dr Filep Wamafma mengajak pemerintahan Joko Widodo untuk belajar tangani konflik KKB dan OPM ke Soekarno dan Gus Dur. 

TRIBUN-TIMUR.COM- Badan Nasional Penanggulangan Terorisme ( BNPT ) mengusulkan Kelompok Kriminal Bersenjata ( KKB ) dan Organisasi Papua Merdeka ( OPM ) menjadi organisasi teroris.

BNPT mengusulkan dalam ajakan diskusi bersama Komnas HAM serta perwakilan di DPR RI.

Senator Papua Barat, Dr Filep Wamafma mengajak pemerintah untuk mengikuti cara presiden ke-4 RI, Abdurrahman Wahid alias Gus Dur dalam menyelesaikan konflik di Papua. 

Filep Wamafma menganggap pemerintah memang memiliki kewenangan berdasarkan kekuasaan dan peraturan perundang-undangan, untuk menentukan suatu kebijakan terkait keamanan dan ketertiban di wilayah NKRI.

Baca juga: Cara Gusdur Tangani OPM Biarkan Bendera Bintang Kejora Berkibar Kemudian Ubah Irian Jadi Papua

Baca juga: Kala Gusdur Harus Bersebarangan dengan Kapolri Saat Tangani Konflik TNI dan Polri Versus OPM

Filep Wamafma lahir di Biak, Irian Jaya, 14 Juni 1978 (42 tahun) adalah anggota DPD RI terpilih mewakili daerah pemilihan Papua Barat pada Pemilu 2019.

Sebelum terjun ke dunia politik, Filep merupakan akademisi yang menjabat sebagai Ketua STIH Manokwari pada 2015-2019.

Filep Wamafma menekankan, kerusuhan dan kekacauan di Papua adalah persoalan kompleks.

Menurutnya, kekecewaan masyarakat bukan hanya pada OPM tapi pada pelaku pelanggaran HAM yang juga dilakukan oleh oknum aparat negara.

“Menurut saya, fokus pemerintah yang utama adalah penuntasan sejumlah kasus pelanggaran terhadap warga sipil di Papua,” katanya.

Menurutnya, undang-undang HAM dan Peradilan HAM menuntut diselesaikannya berbagai pelanggaran HAM di Papua yang dilakukan atas nama penegakan keamanan dan ketertiban di Papua.

Halaman
123
Editor: Muh Hasim Arfah
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved