Tribun Kampus
UTBK Unhas Hari Ketiga, Panitia Perketat Protokol Kesehatan
bagi peserta yang tidak menggunakan masker dengan baik dan benar serta sesuai aturan akan mendapatkan masker ganti dari panitia.
Penulis: Andi Muhammad Ikhsan WR | Editor: Imam Wahyudi
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Penyelenggaraan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) pada Pusat UTBK Universitas Hasanuddin menerapkan protokol kesehatan (prokes) pencegahan Covid-19 secara ketat.
Hal ini sesuai petunjuk pelaksanaan Lembaga Tes Masuk Pendidikan Tinggi (LTMPT). Kegiatan UTBK telah berlangsung sejak Senin (12/4/202)
Hingga hari ketiga, panitia Pusat UTBK Unhas secara tegas menerapkan prokes kepada peserta, Rabu (14/4/2021).
Mulai dari saat tiba di lokasi, antrian yang harus teratur dan menjaga jarak, mencuci tangan atau menggunakan hand sanitizer, menggunakan masker.
Serta sterilisasi ruang ujian sebelum dan sesudah test dengan cairan disenfektan.
Panitia juga menyediakan handsanitizer serta masker medis untuk digunakan oleh peserta.
Sehingga, bagi peserta yang tidak menggunakan masker dengan baik dan benar serta sesuai aturan akan mendapatkan masker ganti dari panitia.
Saifullah, salah satu peserta UTBK yang berasal dari SMAN 13 Makassar yang mengikuti test di Laboratorium Pusat Bahasa Unhas memberikan respon positif atas penerapan prokes selama proses ujian.
Menurutnya, Unhas telah melaksanakan upaya pencegahan Covid-19 dengan baik. Di lokasi test, Saifullah menjelaskan panitia menyediakan segala hal yang menunjang penerapan protokol kesehatan.
"Saya memilih prodi Psikologi di UI dan UGM, testnya di Unhas. Saya melihat, prokes pencegahan Covid-19 dilaksanakan sangat baik," jelasnya
Sarana prasarana seperti tempat cuci tangan, handsanitizer, ukur suhu tubuh hingga penyemprotan disenfektan telah diwadahi.
"Suasana lokasi ujian juga nyaman dan tenang, karena di ruang ujian peserta tetap menjaga jarak. Jadi kita merasa aman mengikuti ujian," katanya
Tanggapan serupa juga disampaikan oleh Mersirenden, siswa asal Toraja yang mengikuti ujian di Unhas.
Menurutnya, para pengawas menggunakan pelindung diri seperti masker dan face shield.
Sehingga dirinya merasa lebih tenang mengerjakan ujian.