Tribun Luwu Utara
Rejeki Nomplok Bagi Petani Nilam di Luwu Utara, Harga Saat Ini Rp 500 Ribu Per Kilo
Petani nilam di Desa Lara, Kecamatan Baebunta Selatan, Mursalim, menyebut harga nilam yang tinggi
Penulis: Chalik Mawardi | Editor: Imam Wahyudi
TRIBUNLUTRA.COM, BAEBUNTA SELATAN - Harga pembelian minyak nilam pada tingkat petani di Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, terbilang tinggi.
Saat ini, harga minyak nilam berkisar Rp 500 ribu per kilogram.
Harga ini terbilang tinggi dibanding beberapa waktu lalu yang hanya Rp 200 ribu per kilogram.
Petani nilam di Desa Lara, Kecamatan Baebunta Selatan, Mursalim, menyebut harga nilam yang tinggi sangat mengutungkan mereka.
"Alhamdulillah, saat ini harga nilam cukup tinggi. Sangat menguntungkan kami," kata Mursalim, Selasa (13/4/2021).
Menurut dia, harga nilam stabil dalam beberapa bulan terakhir.
"Ini sudah beberapa bulan harga bagus, semoga saja harganya begini terus," harap dia.
Senada, petani nilam di Desa Batu Alang, Kecamatan Sabbang Selatan, juga bersyukur dengan stabilnya harga minyak nilam.
"Masyarakat di sini sudah menikmati harga minyak nilam, kami berharap semoga begini terus," tutur Rustam via telepon.
Dikutip dari sehatq.com, minyak nilam adalah salah satu jenis minyak atsiri yang diperoleh dari penyulingan atau ekstraksi daun nilam (pogostemon cablin benth).
Tanaman nilam sendiri merupakan semak tropis yang tumbuh tegak, bercabang banyak, daun bertingkat-tingkat, tapi jarang berbunga dan hanya dapat tumbuh maksimal 1 meter.
Daun nilam berbentuk bulat telur atau lonjong dengan panjang 5-11 cm, berwarna hijau, tipis, tidak kaku, dan berbulu pada permukan bagian atas.
Ketika diraba, permukaan daun cukup kasar, tepi bergerigi, ujung tumpul, dan urat daun menonjol keluar.
Kadang kala, tanaman nilam memiliki bunga yang tumbuh di ujung tangkai, bergerombol, serta berwarna ungu kemerahan.
Tangkai bunga memiliki panjang antara 2-8 cm dengan diameter sekitar 1 cm dan mahkota bunga berukuran 8 mm.