Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Dede Budhyarto

Firanda Andirja Dibatalkan Ceramah di PT Pelni Padahal Pengisi Kajian di Masjid Nabi Muhammad SAW

ustad Firanda Andirja jadi salah satu pemuka agama acara kajian Ramadan 1442 H. Komisaris Dede Budhyarto sampaikan penghentian pengajian di PT Pelni.

Editor: Muh Hasim Arfah
handover
Komisari PT Pelni, Dede Budhyarto menyampaikan penghentian pengajian PT Pelni yang akan dibawakan ustad Firanda Andirja. Ditelusuri Tribun, Selasa (13/4/2021), Firanda Andirja pernah membawakan tauziah di Masjid Nabawi. 

TRIBUN-TIMUR.COM- Komisaris dan Direksi PT Pelni menghentikan kajian Ramadan 1442 H yang bakal disiarkan langsung melalui media sosial.

Adalah Komisaris Independen PT Pelni, Dede Budhyarto yang umumkan penghentian pengajian di PT Pelni beberapa waktu lalu.

Beberapa ustad yang akan mengisi acara pun batal mengisi acara kajian Ramadan 1442 H itu.

Salah satunya adalah ustad Firanda Andirja.

Firanda Andirja adalah salah satu pemuka agama yang pernah membawakan cemarah di Masjid Madinah dengan menggunakan bahasa Indonesia.

Saat ini, sangat jarang ulama asal Indonesia membawakan ceramah di Masjid yang didirikan Nabi Muhammad SAW ini.

Firanda Andirja lahir di Surabaya pada tanggal 28 Oktober 1979.

Ia kemudian ikut merantau bersama orang tuanya ke Sorong, Papua dan mengbiskan masa kecilnya hingga lulus SMU/SMA di sana.

Setelah lulus SMA, Firanda melanjutkan studi ke Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada program studi Teknik Kimia, tetapi hanya belajar dua semester saja.

Karena lebih tertarik ilmu agama, ia kemudian memutuskan belajar agama di Pondok Pesatren Jamilurrahman Bantul, DIY selama 1,5 tahun, lalu melanjutkan studinya ke Universitas Islam Madinah, Arab Saudi hingga tingkat Doktoral.

Firanda menamatkan kuliah Magister-nya (S2) dengan tesis أَجْوِبَةُ شَيْخِ الإِسْلاَمِ ابْنِ تَيْمِيَّةَ رحمه الله عَنِ الشُّبْهَاتِ التَّفْصِيْلِيَّةِ لِلْمُعَطِّلَةِ فِي الصِّفَاتِ الذَّاتِيَّةِ (Jawaban Ibnu Taimiyyah terhadap syubhat-syubhat terperinci yang berkaitan dengan sifat-sifat Allah dzatiyah yang dilontarkan oleh para penolak sifat).

Kemudian pada bulan September 2016, Firanda menyelesaikan program doktoralnya dengan judul disertasi نقض استدلالات دعاة التعددية الدينية بالنصوص الشرعية (Membantah da'i-da'i pluralisme yang berdalil dengan Al Qur'an dan As Sunnah) dengan predikat summa cumlaude.

Pada tahun 2001, Firanda menikah dengan Rosmala Dewi Arifudin atau bernama kunyah Ummu Abdil Muhsin.

Dari hasil pernikahannya, ia dikaruniai 5 orang anak, putra dan putri.

Baca juga: CITIZEN ANALISIS: De-Radikalisasi atau Re-Radikalisasi Tantangan Penanganan Terorisme

Baca juga: Pasca Komisaris Pelni Batalkan Ceramah Ustad, Ali Mochtar Ngabalin Singgung BUMN dan Paham Radikal

Aktivitas

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved