Dede Budhyarto
Pasca Komisaris Pelni Batalkan Ceramah Ustad, Ali Mochtar Ngabalin Singgung BUMN dan Paham Radikal
Kasus penghentian pengajian di PT Pelni berbuntut panjang. Kini, enaga Ahli Deputi IV Sekretariat Presiden, Ali Mochtar Ngabalin singgung BUMN.
TRIBUN-TIMUR.COM- Kasus penghentian pengajian di PT Pelni berbuntut panjang.
Komisaris Independen PT Pelni, Dede Budhyarto menyampaikan PT Pelni mencopot pejabatanya.
Lantara menggelar kajian tersebut rencananya akan dilakukan secara live streaming di akun Instagram, YouTube, serta Facebook PT Pelni.
Kang Dede sebelumnya mengumumkan pembatalan itu dengan terang-terangan di media sosialnya.
"Sehubungan flyer info penceramah dlm kegiatan Ramadhan di lingkungan PT @pelni162
dr Badan Dakwah Pelni yg sudah beredar luas perlu saya sampaikan bahwa: Panitia menyebarkan info terkait pembicara Ramadhan belum ada ijin dari Direksi. Oleh sebab itu kegiatan tsb DIBATALKAN," tulis Kang Dede di akun Twitternya.
Kajian Ramadhan tersebut mengambil tema “Memperkuat dan Memperteguh Iman”.
Baca juga: Strategi Cegah Radikalisme di Makassar, Danny Pomanto Bakal Siapkan Program Guru Pelopor
Baca juga: Ramai Teroris Mendadak Jubir Demokrat Moeldoko Tuding Radikalisme Subur di Era SBY, Kok? AHY: Fitnah
Acara itu juga rencananya akan diisi oleh beberapa pembicara di antaranya Ustaz Firanda Andirja, Ustaz Rizal Yuliar Putrananda, serta Ustaz Subhan Bawazier.
Selanjutnya, ada KH Cholil Nafis (Ketua Bidang Pengurus MUI Pusat), dan Ustaz Syafiq Riza Basalamah.
Tenaga Ahli Deputi IV Sekretariat Presiden, Ali Mochtar Ngabalin ikut berkomentar melalui akun twitternya:
“Soal Pencopotan Pejabat Pelni, Ngabalin: BUMN Harus Bersih dari Paham Radikal.”
Ia juga melanjutkan, "PATENJempolanWujud dan tanggungjawab Generasi Muda Indonesia (KNPI) utk menjaga ideologi PANCASILA dari hantaman PAHAM RADIKAL & EKSTRIMISME alias MABOK AGAMA. Selamat Ramadhan Mubarraq - Erick Thohir Didorong Jaga BUMN Dari Radikalisme.”
Ia adalah pejabat asal Sulawesi Selatan.
Selain sebagai politisi, Ali Mochtar Ngabalin juga adalah aktivis dakwah dari Muhammadiyah di Sulawesi Selatan.
Masa kecilnya, dia habiskan banyak di Kecamatan Mamajang, Kota Makassar.
Dede Budhyarto Dari Relawan Jokowi