Abdul Latief Meninggal
Abdul Latief 'Pelayan' Gubernur dan Piawai Mengatur Anggaran Sulsel Kala Pelik
Mantan Sekretaris Provinsi Sulawesi Selatan, Abdul Latief Meninggal dunia hari ini, Minggu (11/4/2021). Ia dikenal sebagai pengatur anggaran piawai.
TRIBUN-TIMUR.COM- Mantan Sekretaris Provinsi Sulawesi Selatan, Abdul Latief Meninggal dunia hari ini, Minggu (11/4/2021).
Sejak semalam, Sabtu (10/4/2021), video mantan Kepala Dinas Kesehatan, dr Rachmat Latief menangani kesehatan Abd Latief beredar di WhatsApp.
“Saat ini Pak Latief sedang tak sadarkan diri, Pak Latief mengalami pendarahan dan bendungan di paru-paru,” demikian pesan dr Rachmat Latief.
Edema paru merupakan kondisi dimana paru-paru terisi oleh cairan.
Penyakit ini juga dikenal juga sebagai sebagi lung congestion (bendungan di paru-paru) atau paru-paru berisi cairan.
Saat kondisi ini terjadi tubuh berusaha untuk mendapatkan oksigen yang cukup dan Anda mulai mengalami sesak napas.
Kemudian, tadi pagi pukul 07.30 WITA, mantan kepala dinas PU Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan ini dinyatakan meninggal dunia di Primaya Hospital (eks Awal Bros Hospital), Jl Urip Sumohardjo.
Selama hidup, Abdul Latief betul-betul menjadi ‘pelayan’ gubernur.
Ada kala, jurnalis Tribun Timur mencoba untuk menanyakan kebijakan.
Tapi, Abdul Latief selalu mengarahkan kepada gubernur Sulsel kala itu, Syahrul Yasin Limpo atau Wagub Agus Arifin Numang.
Tapi saat ada masalah, Abdul Latief selalu pasang badan untuk kepemimpinan Syahrul Yasin Limpo - Agus Arifin Nu’mang.
Saat masalah, anggaran pakasi atau Tunjangan Kinerja tak masuk dalam Kebijakan Umum APBD (KUA) APBD 2017, saat itu beberapa kali Abdul Latief tampil di muka publik.
Kala itu, atas kebijakan baru pemerintah pusat, guru-guru SMA ditarik ke pemerintah provinsi.
Kala itu, guru-guru protes karena tak mendapatkan Pakasi.
Adalah kepala dinas Pendidikan Sulsel, Irman Yasin Limpo getol.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/abd_latief-bersama-syl-dan-aan.jpg)