Kredit Macet

Kabar Gembira, Pelaku UMKM yang Kreditnya Macet, Akan Diputihkan

Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Kartika Wirjoatmodjo membuka opsi bank pelat merah untuk melakukan pemutihan

Editor: Muh. Irham
SHUTTERSTOCK
Ilustrasi 

TRIBUNTIMUR.COM - Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Kartika Wirjoatmodjo membuka opsi bank pelat merah untuk melakukan pemutihan atau menghapus kredit macet pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Tiko, sapaan akrabnya, mengatakan, pemutihan tersebut akan dilakukan jika perbankan harus segera mendorong penyaluran kredit di 2021.

Namun, pilihan utama dalam mendorong penyaluran kredit adalah bagi UMKM yang meski tidak mampu bayar kredit akibat dampak pandemi tapi usahanya bisa segera jalan lagi.

"Buat yang sudah tidak mampu bayar, tapi usahanya mau mulai, kita layani dan bagi yang mampu lunasi utang lama akan kita beri (kredit) baru,” tuturnya.

“Sementara, kita bedakan mana yang utang lama (sebelum pandemi) tidak bisa dibayar, diputihkan dulu, baru dikasih kredit baru," imbuh Tiko saat acara ‘Sarasehan Akselerasi Pemulihan Ekonomi Nasional’ di Bali, Jumat (9/4/2021).

Seperti diketahui, bank BUMN telah membukukan penyaluran kredit sebesar Rp 2.433,9 triliun hingga Februari 2021 atau meningkat 1,5 persen.

Sudah positif

Selain itu, total plafon Kredit Usaha Rakyat (KUR) di 2021 mencapai Rp 253 triliun atau naik 15 persen dibanding 2020 yaitu Rp 220 triliun dengan kuota untuk bank BUMN meningkat.

"Jadi, kami laporkan, sudah cek angkanya sudah positif (pertumbuhan kredit bank BUMN). Semoga di kuartal II lanjut, sudah positif, terutama kredit KUR, yang masih negatif (kredit) korporasi," kata Tiko.

Adapun, dia menambahkan, jumlah restrukrisasi kredit perbankan sudah mencapai Rp 1.200 triliun lebih, sehingga harus ada penghitungan detail pertengahan tahun ini agar bank segera menyiapkan dana Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN) lebih besar.

"Bank lihat di Mei dan Juni ini mana yang mampu bayar pokok utang dan tidak lagi, pencadangan April dan Mei ini akan besar,” tuturnya.
“Saya rasa bank BUMN lebih agresif (salurkan kredit) di kuartal II, semoga bank swasta mengikuti, tapi lihat dulu (restrukrisasi) Rp 1.200 triliun ini dampaknya di industri perbankan," imbuh Tiko.(*)

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved