Presiden Malioboro
KUMPULAN Puisi Umbu Landu Paranggi Sang Presiden Malioboro, Guru Bagi Emha Ainun Nadjib (Cak Nun)
Kumpulan Puisi Umbu Landu Paranggi Sang Presiden Malioboro, Guru Bagi Emha Ainun Nadjib (Cak Nun). Salah satu puisinya berjudul Sajak Dalam Angin.
Dari Pura Tanah Lot
inilah bunga angin dan tirta air kelapa muda
para peladang yang membalik balik tanah dengan tugal
agar bermuka muka langit tinggal serta dalamku
bercocok tanam mengidungkan musik dwitunggal
dan seruling tidur ayam di dangau pinggir tegalan
atau sepanjang pematang sampai ke batang air
duduklah bersila di atas tumpukan
batu batu karang ini lakon lakon
rumput dan sayur laut mengirimkan gurau ombak
seraya uap air memercik pedihku
beribu para aku sebrang sana datang
mengabadikanmu pasang naik pasang surut
dan kini giliran asal bunyi sunyiku menggapai puncak meru
ke gunung gunung agung tengadah mataku mengail ufuk
tak teduh mengairi kasihku
sumber : Majalah Kolong Budaya No. 3 Th. I / 1996
- Sajak Dalam Angin
Sebelum sayap senja
(daun-daun musim)
Sebelum hening telaga
(burung-burung malam)
Sebelum gunung ungu
(bisik suara alam)
Sebelum puncak sayu
(napas rindu dendam)
Sebelum langkah pengembara
(hati buruan cakrawala)
Sebelum selaksa kata
(sesaji upacara duka)
Sebelum cinta itu bernama
(sukma menguji cahaya)
Sebelum keningmu mama
(kembang-kembang telah bunga)
Sebelum bayang atau pintumu
(bahasa berdarah kenangan maya)
Kabut itu dikirimkan hutan
Gerimis itu ke padang perburuan
Gema yang itu dari gua purbani
Merendah: dingin, kelu dan sendiri
Namaku memanggil-manggil manamu
Lapar dahaga menghimbau
Dukamu kan jadi baka sempurna
Dan dukaku senantiasa fana
(Yogya, 1968)
Sumber : Tonggak 3, Antologi Puisi Indonesia Modern (ed) Linus Suryadi AG, Gramedia, Jakarta, 1987 (halaman 240-241). Puisi ini diambil dari Pelopor Yogya, Minggu, 26 April 1970.
- Apa Ada Angin di Jakarta
Apa ada angin di Jakarta
Seperti dilepas desa Melati
Apa cintaku bisa lagi cari
Akar bukit Wonosari
Yang diam di dasar jiwaku
Terlontar jauh ke sudut kota
Kenangkanlah jua yang celaka
Orang usiran kota raya
Pulanglah ke desa
Membangun esok hari
Kembali ke huma berhati
Sumber : “Apa Ada Angin di Jakarta” dalam Indonesia Bagian Sangat Penting dari Desa Saya, oleh Emha Ainun Nadjib, 1983. Sala : PT Jatayu
- Sajak Kemarau
berapa musim panas lagi rindu, kenang satu baris puisi
jantung yang akan terbakar hangus semesta basa sunyi
yang menyihir padang-padang tandus, ke laut lepas tabir biru
melulur bayang-bayang di pasir waktu: rahasia cintaku.
Sumber Majalah Pusara, September 1973
- Sabana
memburu fajar
yang mengusir bayang-bayangku
menghadang senja
yang memanggil petualang
sabana sunyi
di sini hidupku
sebuah gitar tua
seorang lelaki berkuda