Tribun Politik
PKS Rancang Kemenangan Pileg, Pilpres dan Pilkada 2024 Lewat Rakerwil Jelang Ramadan
DPW PKS Sulsel menggelar Rakerwil untuk membahas pemenangan menuju Pileg 2024, Pilpres 2024, dan Pilkada 2024.
Penulis: Ari Maryadi | Editor: Muh Hasim Arfah
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Dewan Pengurus Wilayah Partai Keadilan Sejahtera Sulawesi Selatan (DPW PKS Sulsel) mengagendakan Rapat Kerja Wilayah ( Rakerwil ), Minggu (11/4/2021) akhir pekan ini.
PKS Sulsel akan mengumpulkan 24 Pengurus DPD kabupaten kota se-Sulsel dalam Rakerwil PKS di Hotel Fourpoint By Sheraton, Jl Andi Jemma, Kota Makassar, Sulawesi Selatan jelang Ramadan.
Termasuk mengundang dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKS.
PKS Sulsel menyampaikan ingin memanaskan mesin politik untuk menghadapi kontestasi politik 2024.
Baca juga: NA Ditangkap KPK, Siapa Calon Wakil Gubernur Sulsel Pendamping Sudirman Sulaiman Disiapkan PKS?
Baca juga: Ketua PAN, PKS, dan PDIP Perebutkan Kursi Wakil Gubernur Sulsel
Baik pemilihan legislatif, pemilihan presiden, dan pilkada serentak tingkat provinsi, kabupaten kota pada 2024.
Ketua DPW PKS Sulsel, Muh Amri Arsyid mengatakan, partainya akan menyusun pencanangan program pemenangan Pileg 2024, Pilpres 2024, dan Pilkada 2024 melalui Rakerwil PKS tersebut.
"Rakerwil juga menjadi ajang pencanangan program pemenangan PKS tahun 2024," kata Amri saat dihubungi Tribun Timur, Senin (5/4/2021).
Amri menyampaikan PKS Sulsel ingin bersaing jadi pemenang pemillihan legislatif di 2024 mendatang.
Pemilihan legislatif Sulsel 2019 lalu, PKS menempati posisi kelima dengan meraih 8 kursi.
Berada di bawah Golkar 13 kursi, Nasdem 12 kursi, Gerindra 11 kursi, dan Demokrat 10 kursi.
Selain itu, menurut Amri, PKS juga ingin mengulang kemenangan memenangi Pemilihan Gubernur Sulsel pada 2024 mendatang.
Dalam Pilgub Sulsel 2018 lalu, PKS yang berkoalisi PAN dan PDIP berhasil memenangkan pasangan Nurdin Abdullah-Andi Sudirman Sulaiman.
"Kami menargetkan menjadi pemenang pileg tahun 2024, baik provinsi maupun kabupaten kota. Kita juga akan mencanangkan target pemenangan Pilgub dan Pilkada 2024 di Rakerwil ini," kata Amri.
Amri Arsyid rupanya memasang target tinggi pemilihan legislatif 2024 mendatang. Ia menargetkan 15 kursi DPRD Sulsel, dan 110 kursi DPRD kabupaten kota.
"Kita menargetkan 15 kursi DPRD Provinsi Sulsel, dan 110 kursi DPRD kabupaten se-Sulawesi Selatan," ujar Amri.
Amri mengatakan Rakerwil tersebut juga menjadi ajang konsolidasi kader PKS se-Sulsel.
Melalui rakorwil tersebut, kata Amri, PKS Sulsel ingin memberi pembuktian kepada masyarakat bahwa program program PKS adalah program pelayanan dan pembelaan rakyat.
Rakorwil tersebut juga menjadi rakerwil perdana bagi Amri Arsyid sejak ditunjuk memimpin DPW PKS Sulsel pada 27 Desember 2020 lalu.
Sementara itu, Komisi Pemilihan Umum Sulawesi Selatan menyampaikan mulai menyiapkan desain dan kebutuhan anggaran untuk pelaksanan pemilihan legislatif, pemilihan presiden, dan pilkada serentak 2024.
Ketua KPU Sulsel Faisal Amir mengatakan, dari tahapan yang dipersiapkan KPU RI, pemungutan suara pilkada serentak akan digelar pada November 2024.
Menurutnya, hal itu merujuk pada UU Pilkada UU Nomor 10 tahun 2016.
Sementara pileg dan pilpres, kata Faisal, KPU mendesain pemungutan suaranya digelar lebih cepat dibanding selama ini, yaitu antara Februari atau Maret 2024.
"KPU mendesain, karena kan pileg selama ini digelar di April, maka itu didesain lebih cepat agar tidak bersinggungan dengan tahapan pilkada," kata Faisal Amir..
"Jadi KPU RI menyiapkan alternatif pemungutan suara pileg itu antara bulan Februari atau Maret 2024," ujar Faisal.
Faisal Amir mengatakan, tahap pilkada sejatinya efektif digelar sembilan bulan sebelum pemungutan suara.
Oleh karena itu, jika pilkada serentak digelar bulan November 2024, maka pileg digelar antara Februari atau Maret.
"Tahapan pilkada efektif 9 bulan, tiga bulan persiapan, dan 6 bulan pelaksanaan. Dari Februari ke November ini 9 bulan," kata Faisal Amir.
"Jadi bisa dikatakan semua tahapan pileg sudah selesai baru kemudian masuk ke tahapan pilkada bupati walikota dan gubernur," terang Faisal Amir.
Dengan desain Pileg dan Pilpres digelar Februari 2024 itu, KPU juga telah memperhitungkan alokasi waktu jika ada peserta pemilu mengajukan gugatan hukum ke Mahkamah Konstitusi.
"Masih mungkin ada sisa kegiatan kalau misalnya ada berlanjut ke MK, kita berharap putusan selesai dan tidak berlarut-larut supaya kita bisa lanjut ke pilkada," kata Faisal.
Faisal Amir melanjutkan, untuk pencalonan pilkada serentak 2024, hasil pileg di Februari 2024 akan menjadi kendaraan bagi para bakal calon.
Ambang batas pencalonan yaitu 20 persen kursi parleman.
Artinya pengusungan pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Sulsel 2024 ditentukan melalui raihan kursi parpol di pileg 2024.
"Pencalonan pilkada di November berdasarkan hasil pileg 2024 dikonversi untuk digunakan pintu untuk masuk bertarung di pilkada 2024," ujar Faisal Amir. (*)
Baca juga: PKS-Nasdem Sama-sama Ajak Andi Sudirman Sulaiman Bergabung, Ashabul Kahfi: Pintu Kami Selalu Terbuka
Laporan Kontributor TribunMakassar.com @bungari95
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/ketua-dpw-pks-sulsel-muhammad-amri-arsyid.jpg)