Breaking News:

Tribun Bantaeng

Batal Awal Maret, Kapan Jadwal Belajar Tatap Muka di Bantaeng?

Pemkab Bantaeng sebelumnya merencanakan menerapkan pembelajaran tatap muka di sekolah pada awal Maret 2021.

TRIBUN-TIMUR.COM/ACHMAD NASUTION
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bantaeng, Muhammad Haris. 

TRIBUNBANTAENG.COM, BANTAENG - Pemerintah Kabupaten Bantaeng sebelumnya merencanakan menerapkan pembelajaran tatap muka di sekolah pada awal Maret 2021.

Namun, rencana tersebut batal dilaksanakan karena Pelaksana Tugas (PLT) Gubernur Sulawesi-sulawesi mengeluarkan surat edaran terkait Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berbasis Mikro.

Hal itu disampaikan oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bantaeng, Muhammad Haris.

"Beliau (Bupati Bantaeng, Ilham Azikin) merencanakan awal Maret pembelajaran di sekolah tapi tanggal 8 Maret keluar surat ederan PLT Gubenur," kata Muhammad Haris kepada TribunBantaeng.com, Senin, (15/3/2021).

Dijelaskan, awalnya telah direncanakan pembelajaran tatap muka di sekolah karena kondisi penyebaran covid sudah lebih membaik.

Berdasarkan peta sebaran Covid di Bantaeng  hanya dua zona pada delapan Kecamatan yakni hijau dan kuning.

Akan tetapi, dalam menindak lanjuti surat edaran PPKM berbasis Mikro diharuskan tetapi menerapkan belajar daring dan luring sampai 22 Maret 2021.

"Pemerintah Kabupaten/kota se Sulsel diperintahkan untuk melakukan proses belajar luring dan daring sampai 22 Maret," tuturnya.

Olehnya itu, kata Haris, saat ini belum kembali dipastikan kepastian waktu penerapan pembelajaran tatap muka di sekolah.

Langkah-langkah yang bakal dilakukan kedepannya bakal diputuskan dalam rapat yang digelar bersama tim satgas Covid-19.

"Karena adanya surat edaran gubernur ini maka diadakan rapat tim satgas. Dari situ kita bakal putuskan langkah-langkah apakah setelah tanggal 22 Maret apakah akan buka sekolah atau seperti apa," tuturnya.

Lebih lanjut, Haris sebenarnya telah mempersiapkan belajar tatap muka di sekolah dan saat ini sudah bisa diterapkan.

Utamanya pada satuan pendidikan tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP). Semua sarana pencegahan Covid telah tersedia berdasarkan hasil investigasi yang telah dilakukan.

"Sebenarnya kesiapan untuk membuka satuan pendidikan sudah lebih dari siap. Khususnya ditingkat SMP karena kita sudah lakukan investigasi," jelasnya.

Laporan wartawan TribunBantaeng.com, Achmad Nasution

Penulis: Achmad Nasution
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved