Breaking News:

Tribun Selayar

3 Tersangka Jual Beli Pulau Lantigiang Selayar Belum Ditahan

Polda Sulsel menetapkan tiga tersangka kasus jual beli Pulau Lantigiang, di Kabupaten Kepulauan Selayar.

Penulis: Muslimin Emba | Editor: Suryana Anas
TRIBUN-TIMUR.COM/MUSLIMIN EMBA
Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol E Zulpan 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan (Polda Sulsel) menetapkan tiga tersangka kasus jual beli Pulau Lantigiang, di Kabupaten Kepulauan Selayar.

Hal itu diungkapkan Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol E Zulpan dikonfirmasi tribun, Jumat (12/3/2021) siang.

Ketiga tersangka jual beli pulau yang masuk wilayah Taman Nasional Taka Bonerate itu, kata Zulpan merupakan pelaku utama.

Peran mereka lanjut Zulpan merupakan pembeli, penjual dan pemalsu dokumen.

Yaitu, Asdianti Baso yang membeli atau pemberi uang muka (DP), Syamsul Alam selaku penerima DP atau uang muka dan mantan Kepala Desa Jinato, Abdullah selaku pembuat dokumen penjualan pulau.

"Satu adalah orang yang menerima uang atau DP (Syamsul Alam), kedua orang yang membeli Asdianti, yang ketiga orang yang memalsukan dokumen yaitu kepala desa (Abdullah)," kata Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol E Zulpan, dikonfirmasi, Jumat (12/3/2021) siang.

Tersangka pertama kata Zulpan dalam kasus itu, adalah Syamsul Alam.

Menyusul, pengusaha Asdianti Baso dan oknum kepala desa Abdullah.

Meski demikian, lanut Zulpan pihak penyidik belum melakukan penahanan terhadap ke tiganya.

Itu lantaran, ketiganya kata Zulpan masih dianggap kooperatif.

"Ketiganya belum dilakukan penahanan tetapi sudah ditetapkan tersangka. Karena kan tidak harus ditahan kalau penyidik menganggap mereka tidak menghilangkan barang bukti, tidak melarikan diri dan mereka kooperatif," ujanrya.

Untuk langkah selanjutnya lanut Zulpan, Asdianti dan kepala desa Abdullah dijadwalkan pemanggilan sebagai tersangka pekan depan. (Tribun-Timur/Muslimin Emba)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved