Breaking News:

Tribun Sinjai

Besok, Pemkab Sinjai Bahas Pembatasan Kegiatan Masyarakat Mikro

Ditegaskan juga bahwa substansi PPKM sesungguhnya telah dilaksanakan di Kabupaten Sinjai selama penanganan covid

TRIBUN TIMUR/SAMSUL BAHRI
Persiapan pelaksanaan vaksin covid oleh Tim Kesehatan Sinjai kepada anggota TNI di Sinjai beberapa hari lalu 

TRIBUNSINJAI.COM, SINJAI UTARA - Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Penangan Covid-19 Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan merencanakan akan menggelar rapat terkait Instruksi Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).
Instruksi tersebut mengenai Pembatasan Kegiatan Masyarakat Berbasis Mikro dan Pengoptimalan Posko Penanganan Corona Virus Disease 2019.

" Terkait Instruksi Kemendagri itu, besok kami akan lakukan rapat mengenai Pembatasan Kegiatan Masyarakat Berbasis Mikro yang akan dipimpin oleh Bupati Sinjai sendiri," kata Sekretaris Satgas Covid Sinjai, Budiaman, Rabu (10/3/2021).

Dijelaskan, bahwa dalam rapat itu akan menentukan langkah dan aksi kebijakan PPKM di Kabupaten Sinjai.

Ditegaskan juga bahwa substansi PPKM sesungguhnya telah dilaksanakan di Kabupaten Sinjai selama penanganan covid-19.

" Termasuk pembentukan posko desa dan kelurahan, sehingga untuk saat ini tinggal mengaktivasi posko yang ada sesuai kebutuhan," katanya.

Dalam Instruksi Kemendagri Nomor 05 Tahun 2021 itu, menginstruksikan agar kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berbasis mikro diperpanjang dan lebih mengoptimalkan Pos Komando (Posko) Penanganan Corona Virus Disease 2019 (COVID- 19) di tingkat desa dan kelurahan.

Keputusan itu diinstruksikan mulai, gubernur hingga bupati dan walikota di seluruh Indonesia.

PPKM Mikro diatur beberapa kriteria Zona Hijau dengan kriteria tidak ada kasus COVID- 19 di satu RT, maka skenario pengendalian dilakukan dengan surueilans aktif, seluruh suspek di tes dan
pemantauan kasus tetap dilakukan secara rutin dan
berkala.

Zona Kuning dengan kriteria jika terdapat 1 (satu) sampai dengan lima rumah dengan kasus konfirmasi positif dalam satu RT selama tujuh hari terakhir, maka skenario pengendalian adalah
menemukan kasus suspek dan pelacakan kontak erat, lalu melakukan isolasi mandiri untuk pasien positif dan kontak erat dengan pengawasan ketat.

Sedang untuk Zona Oranye dengan kriteria jika terdapat enam sampai dengan 10 sepuluh rumah dengan kasus konfirmasi positif dalam satu RT selama tujuh hari terakhir, maka skenario pengendalian adalah menemukan kasus suspek dan pelacakan kontak erat, lalu melakukan isolasi mandiri untuk pasien
positif dan kontak erat dengan pengawasan ketat, serta menutup rumah ibadah, tempat bermain anak dan tempat umum lainnya kecuali sektor esensial.

Zona Merah dengan kriteria jika terdapat lebih dari sepuluh rumah dengan kasus konfirmasi positif dalam satu RT selama tujuh hari terakhir, maka skenario pengendalian adalah pemberlakuan PPKM
tingkat RT yang mencakup menemukan kasus suspek dan pelacakan kontak erat melakukan isolasi mandiri/terpusat dengan pengawasan ketat.

Menutup rumah ibadah tempat bermain anak dan tempat umum lainnya kecuali sektor esensial; melarang kerumuman lebih dari tiga orang, membatasi keluar masuk wilayah RT maksimal
hingga Pukul 20.00 dan meniadakan kegiatan sosial masyarakat di
lingkungan RT yang menimbulkan kerumunan dan berpotensi menimbulkan penularan.

Penulis: Samsul Bahri
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved