Breaking News:

Tribun Banteng

Menko PMK: Bantaeng Harus Jadi Pelopor Turunkan Angka Stunting

Plt Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman mendampingi Menko PMK RI Muhadjir Effendy di Bantaeng

TRIBUN-TIMUR.COM/ACHMAD NASUTION
Penyambutan Pelaksana Tugas (PLT) Gubernur Sulawesi-selatan Andi Sudirman Sulaiman (ASS) (masker putih), Menteri Koordinator (Menko) Bidang pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Republik Indonesia, Muhadjir Effendy, (masker hijau) dan Anggota Komisi IX DPR RI, Alyah Mustika Ilham (masker coklat) didampingi Bupati Bantaeng, Ilham Azikin (masker hitam) di gedung pusat penaggulangan gizi yang terletak di Desa Lumpangang, Kecamatan Pa'jukukang, Bantaeng, Selasa, (232021). 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Andi Sudirman Sulaiman mendampingi Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia (Menko PMK RI) Muhadjir Effendy meresmikan gedung Pusat Penanggulangan Gizi Terpadu di Desa Lumpangang, Kecamatan Pa'jukukang, Bantaeng, Selasa (2/3/2021).

Andi Sudirman Sulaiman mengapresiasi hadirnya Pusat Penanggulangan Gizi Terpadu di Bantaeng. Bahkan ini menjadi pertama di Indonesia.

Apalagi angka stunting di Bantaeng di angka 21 persen, di bawah provinsi yang mencapai 24 persen.

"Kami berterima kasih untuk Bapak Bupati dan jajarannya untuk upaya menurunkan angka stunting. Memang orang-orang Bantaeng, orang-orang hebat. Alhamdulillah, bisa kerja sama dengan Bupati yang energik," ujarnya via rilis Humas Pemprov.

Ia pun mengatakan, perlunya intervensi bersama untuk penurunan angka stunting. Seperti melalui program Gammara'na atau Gerakan Masyarakat Memberantas Stunting.

Dengan bantuan anggaran provinsi, dilakukan pilot project di dua daerah yang tinggi angka stunting, yakni Bone dan Enrekang.

"Alhamdulillah, sekarang Bone sudah urutan ke 12 angka stunting. Kami menurunkan 85 promotor pendampingan di 51 Desa. Penanganannya ini butuh sinergitas bersama," jelasnya.

Selain itu, dibutuhkan pula edukasi bagi masyarakat terkait pentingnya memahami 1.000 hari kehidupan anak, pemenuhan gizi bagi anak, bahkan tentang 75 hari sebelum menikah.

"Investasi terbaik adalah SDM. Infrastruktur bisa diukur, ada batasnya 35 tahun sudah hancur. Tetapi dengan membangun manusia, akan bisa menciptakan hal lain. Generasi adalah investasi yang terbaik," katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala BKKBN RI, Hasto Wardoyo, mendukung perkataan Andi Sudirman, bahwa investasi manusia jauh lebih baik.

Halaman
12
Penulis: Muhammad Fadhly Ali
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved