Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Tribun Makassar

Danny Pomanto Ungkap Penyebab Dana Hibah Pariwisata Gagal Dicairkan

Walikota Makassar Danny Pomanto mengungkap alasan gagalnya pencairan dana Hibah Kementrian Pariwisata oleh Pemerintah Kota Makassar.

Penulis: Andi Muhammad Ikhsan WR | Editor: Suryana Anas
TRIBUN-TIMUR.COM/ANDI MUHAMMAD IKHSAN WR
Walikota Makassar, Danny Pomanto 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Walikota Makassar, Danny Pomanto mengungkap alasan gagalnya pencairan dana Hibah Kementrian Pariwisata oleh Pemerintah Kota Makassar.

Menurut laporan yang diterima Danny, kegagalan ini dikarenakan pemerintah sebelumnya, dibawa pimpinan Pj Walikota Makassar, Rudy Djamaluddin tidak mengikuti juknis yang ada.

Pasalnya, ada upaya pengalihan dana hibah ke infrastruktur, sehingga mengakibatkan keterlambatan pencairan.

"Laporan yang saya terima dari dinas pariwisata, bukan di administrasi masalahnya. Tapi karena mau dialihkan ke infrastruktur, jadi kacau ini barang-barang, karena itu ada yang namanya juknis (petunjuk teknis)," ujar Danny, Selasa (2/3/2021).

Ia menegaskan, jika mengikuti juknis yang ada, pencairan pasti lancar, sebab 50% dana hibah sudah masuk ke kas daerah.

"Jadi kita 'tonji' yang bikin susah, Ini yang sebenarnya. Karena kalau mereka ikut juknis pasti lancar. Barusan saya lihat ada pemerintahan yang tidak mau ikut juknis," lanjutnya.

Namun, ia berjanji akan segera mengurus pencairan dana hibah.

"Dana hibah akan kami urus, Insyalllah," terangnya.

Tapi kata Danny, kendalanya sekarang bagaimana mengambil kembali kepercayaan pemerintah pusat, jika pihaknya akan mengikuti juknis.

"Sekarang ini kami akan kordinasi ke pemerintah pusat, bagaimana meyakinkan mereka kalau kami akan ikut juknis," tutupnya.

Diketahui, Pemkot Makassar telah gagal mencairkan dana hibah Kementrian Pariwisata tepat waktu di tahun 2020, yang diberikan untuk restoran dan hotel. 

Sehingga menurut juknis yang ada, dana tersebut harus dikembalikan ke pusat.

Bantuan ini diberikan karena pandemi Covid-19, yang menyerang sejumlah sektor pariwisata. Total dana hibah untuk Makassar sendiri ialah Rp 48,8 Miliar.

Dan saat ini sudah ada 50% yang masuk ke kas daerah, atau sebesar Rp 24,4 miliar.

Laporan tribuntimur.com, M Ikhsan

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved