Breaking News:

Tribun Sinjai

Nurdin Abdullah Ditahan KPK, Wagub Sulsel Resmikan Pasar Rp 3 Miliar di Sinjai

Hadirnya pembangunan Pasar Rakyat ini, kata dia, merupakan wujud sinergitas antara Pemerintah Pusat

TRIBUN-TIMUR.COM/SAMBA
Wakil Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaeman menghadiri HUT Sinjai, Sabtu (27/2/2021) 

TRIBUNSINJAI.COM, SINJAI UTARA - Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, menghadiri  Hari Jadi ke 457 Tahun Kabupaten Sinjai, Sabtu (27/2/2921).

Usai mengikuti puncak hari jadi, Wakil Gubernur Andi Sudirman Sulaiman meresmikan dua proyek besar yang dibangun Pemerintah Kabupaten Sinjai pada tahun 2020 lalu.

Proyek tersebut bangunan Pasar Rakyat Sentral Sinjai yang berada di Jl Persatuan Raya Sinjai.

Sudirman didampingi Bupati Sinjai Andi Seto Asapa, pria yang akrab disapa Wagub Andalan ini pun menyempatkan untuk bertatap muka dengan para pedagang yang akan menempati kios, los, dan lapak tersebut.

Pasar itu bersumber dari APBN senilai Rp 3 Miliar, bangunan pasar ini berjumlah 66 petak, diantaranya 24 kios ukuran 4×5 meter, ditambah 28 los ukuran 2×2 meter dan 14 lapak ukuran 1×2 meter.

Hadirnya pembangunan Pasar Rakyat ini, kata dia, merupakan wujud sinergitas antara Pemerintah Pusat, Provinsi hingga Kabupaten.

" Semoga pemanfaatannya dirasakan oleh masyarakat Sinjai.  Los pasar ini pernah terbakar pada Februari lalu dan alhamdullilah hari ini sudah bisa dimanfaatkan masyarakat kita. Pembangunan ini sebagai buah hasil kerjasama dengan pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten," kata Andi Sudirman.

Kepada para pedagang yang akan menempati pasar itu, Andi Sudirman berpesan untuk menjaga dan memelihara bangunan itu.

Usai meresmikan los pasar tersebut, ia juga meresmikan Gedung RSUD Sinjai di Jl Persatuan Raya Sinjai.
Di acara peresmian tersebut, Andi Sudirman berharap bahwa dengan adanya gedung tersebut pelayanan RSUD Sinjai dapat dimaksimalkan kepada pasien.

Seperti diketahui, Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah ditetapkan tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi penerimaan hadiah atau janji dan gratifikasi oleh penyelenggara negara terkait pengadaan barang dan jasa, perizinan dan pembangunan infrastruktur di lingkungan Pemprov Sulsel tahun anggaran 2020-2021, Minggu (28/2/21).

Ketua KPK Firli Bahuri mengatakan, Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah ditahan di rutan Cabang KPK Cabang Pomdam Jaya Guntur selama 20 hari pertama.

"Terhitung sejak tanggal 27 Februari 2021 sampai dengan 18 Maret 2021," ujar Firli di Gedung KPK via Youtube KPK, Sabtu (28/2/2021) dinihari.

"Untuk memutus mata rantai penularan Covid 19 di lingkungan Rutan KPK, para tersangka akan dilakukan isolasi mandiri di Rutan KPK Kavling C1," ujar Firli menambahkan.

Penulis: Samsul Bahri
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved