Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Pelantikan Kepala Daerah

Resmi Jabat Wakil Bupati Luwu Timur, Budiman Kembali Menangis Ingat Thorig Husler

Budiman kembali menangis setelah dilantik menjadi Wakil Bupati Luwu Timur oleh Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah, Jumat (26/2/2021)

Penulis: Ivan Ismar | Editor: Suryana Anas
Dok Issack
Wakil Bupatu Luwu Timur Budiman menangis saat memberikan pidatonya pasca dilantik, Jumat (26/2/2021). Istri almarhum Bupati Luwu Timur terpilih, Thorig Husler yaitu Puspawati Husler dan istri Budiman, Sufriaty juga menangis. 

TRIBUNLUTIM.COM, MALILI - Budiman kembali menangis setelah dilantik menjadi Wakil Bupati Luwu Timur oleh Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Nurdin Abdullah, Jumat (26/2/2021) pagi.

Budiman menangis saat memberikan pidatonya pasca dilantik. Istri almarhum Bupati Luwu Timur terpilih, Thorig Husler yaitu Puspawati Husler dan istri Budiman, Sufriaty juga menangis.

Air mata Budiman berlinang saat menceritakan jasa dan kebaikan almarhum Thorig Husler kepada dirinya, hingga ia bisa menjadi Wakil Bupati Luwu Timur.

"Saya bukan apa-apa kalau bukan pak Husler yang memanganggil saya. Saya bukan siapa-siapa, secara politik,"

"Saya bukan siapa-siapa, dari segi jabatan juga bukan siapa-siapa. Tapi (ini) karena ketulusan pak Husler satu keluarga," kata Budiman menangis.

Masyarakat yang hadir saat mendengarkan Budiman menyampaikan pidato juga menangis tersedu-sedu.

Budiman juga mengenang bagaimana almarhum Husler memperlakukannya dengan sangat baik saat masih menjadi kepala dinas.

"Kemudian dia (almarhum) sampaikan ke saya. Saya, keluarga saya, sudah di Luwu Timur semua dek, saya titip itu untuk kau, setelah saya menjadi bupati, kamu jadi bupati," kenang Budiman.

Sebagai bawahan Husler waktu itu, Budiman mengaku berusaha menempatkan posisinya sebagai bawahan untuk menjaga marwah Husler sebagai bupati.

"Saya pernah menyampaikan, saya ini pak siap ditempatkan dimana saja, pasti saya bantu ki. Anggaplah saya ini adik ta,"

"Istri saya tidak ada jabatan, saya tidak pernah persoalkan karena dia kakak saya. Dan hubungan saya tidak pernah retak hanya karena persoalan itu," ujar Budiman.

Budiman kembali menegaskan, dirinya bisa menjadi wakil bupati karena andil dan jasa dari almarhum kepada dirinya.

"Saya sampaikan ke kita agar kita paham. Saya ini jadi wakil bupati karena kemauan pribadi almarhum dan keluarga. Saya tahu persis dinamika menjadi wakil luar biasa," katanya.

Saat digandeng menjadi wakil bupati, "Beliau tidak pernah tanya saya berapa uang mu, tidak pernah ditanya, saya tidak pernah ditekan, dia cuma katakan, sabar, sabar, pasti bisa," 

"Selama kampanye, almarhum tidak pernah menekan saya harus kampenye dimana. Almarhum sering mengingatkan agar sabar, sabar, sabar," imbuhnya.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved