Breaking News:

Tribun Sidrap

Musim Hujan, PMI Sidrap Lakukan Fogging Cegah DBD

Palang Merah Indonesia (PMI) Sidrap bekerjasama dengan Karang Taruna Sidrap dan Puskesmas Pangkajene mencegah penyebaran Demam Berdarah

PMI Sidrap
Palang Merah Indonesia (PMI) Sidrap bekerjasama dengan Karang Taruna Sidrap dan Puskesmas Pangkajene mencegah penyebaran Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kelurahan Wala, Kecamatan Maritengngae, Kabupaten Sidrap, Rabu (2522021) (Sumber foto PMI Sidrap) 

TRIBUNSIDRAP.COM, MARITENGNGAE - Palang Merah Indonesia (PMI) Sidrap bekerjasama dengan Karang Taruna Sidrap dan Puskesmas Pangkajene mencegah penyebaran Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kelurahan Wala, Kecamatan Maritengngae, Kabupaten Sidrap, Rabu (25/2/2021).

Salah satu langkah pencegahan DBD dengan melakukan fogging atau pengasapan untuk membunuh nyamuk dan jentiknya. 

Wakil Ketua Bidang Penanganan Bencana PMI Sidrap, La Colli, mengatakan fogging dilakukan karena saat ini musim hujan. 

“Sesuai arahan ketua PMI Sidrap, Bapak Dollah Mando, kami melakukan pengasapan untuk mencegah penyebaran DBD. Apalagi saat ini musim penghujan mengakibatkan banyak genangan air yang dapat menjadi sarang nyamuk,” tuturnya. 

Kepala Puskesmas Pangkajene, dr. Mariana mengungkapkan baru-baru ini ada warga Kelurahan Wala yang dirawat karena kasus DBD. 

“Khusus di Kelurahan Wala ini, sudah ada kurang lebih 5 orang yang dirawat dengan kasus DBD,“ ungkapnya.

Ia mengimbau masyarakat untuk melakukan langkah pencegahan 3M Plus. 

“Kami mengingatkan, fogging itu bukan satu-satunya cara mencegah DBD. Masyarakat juga perlu menerapkan 3M Plus, yakni menutup, mengubur, dan menguras tempat-tempat penampungan yang memungkinkan nyamuk demam berdarah berkembang biak,” imbuhnya. 

Sementara Ketua Karang Taruna Sidrap, Muhammad Yusuf DM menyatakan pihaknya siap membantu pemerintah dalam melakukan sosialisasi tentang pentingnya pencegahan DBD.

“Kami rasa sosialisasi itu penting untuk  dilakukan agar tidak ada warga yang menolak jika rumahnya akan di lakukan fogging,” ucapnya. 

Menurut Yusuf perlu ada koordinasi antara pemerintah dan warga setempat jika ingin melakukan fogging. 

“Perlu juga ada koordinasi antara pihak pemerintah setempat minimal tiga hari sebelumnya sudah diberi tahu. Sehingga yang punya rumah siap untuk dilakukan fogging,” pungkasnya.

Tidak hanya di Kelurahan Wala, nantinya akan dilakukan fogging di Kelurahan Majjelling, Pangkajene, Rijang Pittu dan desa serta kelurahan lainnya. 

Laporan wartawan Tribunsidrap.com, Nining Angreani

Penulis: Nining Angraeni
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved