Apa itu HPHT? Berikut Penjelasannya dan Cara Menghitung Usia Kehamilan
Kata kunci apa itu HPHT atau HPHT itu apa ramai dicari. HPHT sering ditanyakan dokter saat kita memeriksakan kehamilan.
Jawabannya menggunakan rumus Parikh.
Cara penghitungan dilakukan dengan menghitung saat terjadinya ovulasi, yaitu lama siklus menstruasi dikurangi 14 hari.

Misalnya, HPHT pada tanggal 1 Januari 2018. Jika siklus menstruasi 28 hari, maka setelah dihitung dengan rumus Naegele, HPL-nya adalah 8 Oktober 2018.
Namun jika siklus menstruasi ternyata adalah 35 hari, maka dengan rumus Parikh, tanggal persalinannya menjadi: HPHT + 9 bulan + (35-21) hari = 15 Oktober 2018.
Apakah Hasilnya Akurat?
HPHT memang tidak selalu menjadi patokan yang tepat untuk menghitung tanggal persalinan.
Tetapi, faktor lain lebih sulit diprediksi, misalnya hari pertama ovulasi atau kapan hubungan seksual terakhir yang menyebabkan kehamilan.
Sementara HPHT adalah hari yang paling mudah diingat dan dicatat oleh hampir semua wanita.
Penghitungan waktu lahir dengan rumus atau kalkulator kehamilan ini hanya perkiraan.
Sangat mungkin jika bayi lahir lebih awal atau lebih lama dari yang tanggal perkiraan.
Selain penghitungan tersebut, dokter menggunakan pemeriksaan USG untuk menunjang dan mengonfirmasi hasil perhitungan dengan rumus.
Dari hasil pemeriksaan USG, bisa diketahui perkembangan janin dari waktu ke waktu hingga genap usia untuk lahir.
Dengan rumus Naegele, hanya 4% ibu hamil yang melahirkan tepat pada HPL. Namun, 90% ibu hamil akan melahirkan dalam 3 minggu di sekitar HPL yang telah ditentukan.
Sangat normal jika seorang wanita melahirkan dua pekan lebih awal atau dua minggu lebih lambat dari yang diperkirakan. (Alodokter)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/apa-itu-hpht-berikut-penjelasannya-dan-cara-menghitung-usia-kehamilan.jpg)