Tribun Makassar
Ditembak Bersama Adiknya, Perampok Rumah Dosen di Makassar: Mau'mi Diapa!
Betis kirinya digips lalu dibalut perban akibat luka tembak yang diderita, lantaran dianggap mencoba kabur.
Penulis: Muslimin Emba | Editor: Imam Wahyudi
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Pelajaran bagi yang telah berkeluarga, terlebih saat sang istri tengah mengandung atau hamil.
Begitulah yang dialami Ramil (30), pelaku perampokan yang ditembak Tim Jatanras Polrestabes Makassar.
Ia ditangkap di Kota Pare-pare, setelah merampok rumah dosen di Jl Sermani, Kecamatan Panakkukang, Makassar, 11 Februari lalu.
Betis kirinya ditembak lantaran mencoba kabur.
Ramil tidak sendiri. Ia melancarkan aksi nekatnya ditemani adik kandungnya, Hamdan (26).
Sama dengan kondisi yang dialami Ramli, betis Hamdan juga dibalut perban akibat luka tembak.
Dihampiri disela rilis kasus itu di Mapolrestabes Makassar, Kamis (18/2/2021) siang, Ramli mengaku menyesali perbuatannya.
Terlebih sang istri yang tengah mengandung janin anak ketiganya.
"Mabuk'ka itu hari baru istriku kodong hamilki. Anak ketigaku," ucapnya tertunduk.
Sebenarnya, kata Ramli, ia punya kerjaan halal. Yaitu membantu sang istri berjualan pakaian di Pasar Terong.
"Maumi diapa pak," ucapnya dengan raut wajah penyesalan.
Saat melancarkan aksinya, Ramli mengaku membagi peran dengan sang adik, Hamdan.
Mulanya, kata dia, ia mengetuk pintu rumah dosen itu. Namun, tidak mendapat respon.
Ia pun nekat memasuki rumah dengan mencungkil pintu.
"Awalnya saya ketuk-ketukji, tapi tidak ada suara. Saya cungkilmi, pas masuk ada orangnya ternyata, tiga perempuan, jadi saya cabutmi badikku baru kusuruh diam semua," ungkap Ramli.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/dua-pelaku-peramp3erd3.jpg)