Breaking News:

Tribun Bisnis

Pengamat: Rupiah Bergerak Dinamis Ikuti Progres Corona

nilai tukar rupiah menguat sesuai dengan mekanisme pasar yang dinamis, tidak terlepas dari peran pelaku pasar dan eksportir

TRIBUN TIMUR/DIAN AMELIA
Pengamat Ilmu Ekonomi Unhas Dr Anas Iswanto Anwar SE MA 

TRIBUN-TIMUR.COM,MAKASSAR - Nilai tukar rupiah di pasar spot masih mempertahankan penguatan pada perdagangan hari ini.

Diketahui rupiah spot berada di level Rp 13,903 per dolar Amerika Serikat (AS).

Ini membuat rupiah menguat 0,50 persen dan menjadi mata uang dengan penguatan terbesar di Asia.

Menurut Pengamat Ilmu Ekonomi Unhas Dr Anas Iswanto Anwar SE MA permintaan akan rupiah meningkat artinya ekspor Indonesia sudah mulai membaik.

" Jika kita kembali ke teori kenapa mata uang asing bisa melemah, berarti permintaan akan rupiah meningkat sebab jika kita eskpor barang kan orang belinya menggunakan rupiah dan tentu permintaan itu akan meningkat," ujarnya, Selasa (16/2/2021).

" Kemudian di sisi import kita akan berkurang dan itu bisa dipahami, akibat dari pendapatan masyarakat yang berkurang kemudian oramg juga aktivitasnya berkurang otomatis akan mengurangi permintaaan," tambahnya.

Kendati demikian, nilai tukar rupiah menguat sesuai dengan mekanisme pasar yang dinamis, tidak terlepas dari peran pelaku pasar dan eksportir yang ikut menjaga stabilitas rupiah di pasar.

Ia menambahkan jika mengurangi permintan barang import,maka permintan akan dollar juga berkurang dan membuat rupiah mengalami peningkatan.

" Biasanya ketika semuanya kembali normal, masyarakat sudah memiliki uang dan suda melirik barang import ditambah utang yang dalam dollar ini jatuh tempo maka pasti rupiah kembali lemah, jadi sangat tergantung dari permintaan serta penawaran dari mata uang asing," tuturnya.

Menurutnya penguatan level rupiah tersebut saat ini sangat tergantung pada pandemi, jika semuanya kembali normal maka hitungan yang ada akan kembali ke hukum pasar.

" Jadi semua kebijakan saat ini sebenarnya tarik ulur, ekspetasi atau ketidak pastian sekarang semakin besar dan akan terjadi spekulasi, nah itu yang kita jaga terutama pemerintah dari segi mata uangnya," pungkasnya.

Penulis: Dian Amelia
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved