Breaking News:

Guru Honorer Bone Dipecat Gegara FB

Tak Ingin Kasus Hervina Berulang, DPRD Bone Minta Pemda Perhatikan Guru Honorer

Pemerintah Daerah (Pemda) Bone, Sulawesi Selatan (Sulsel) diminta melindungi guru honorer khususnya di daerah terpencil.

TRIBUN-TIMUR.COM/KASWADI
Pertemuan Komisi IV DPRD Bone dengan Dinas Pendidikan Bone bersama Hervina di ruang Komisi IV DPRD Bone, Senin (15/2/2021) 

TRIBUNBONE.COM, TANETE RIATTANG BARAT - Pemerintah Daerah (Pemda) Bone, Sulawesi Selatan (Sulsel) diminta melindungi guru honorer khususnya di daerah terpencil.

Hervina, salah satunya jadi korban. Sudah lama mengabdi menjadi guru honorer, tapi setelah ada pengangkatan guru ASN,  jasanya tidak digunakan lagi.

Ketua DPRD Bone, Irwandi Burhan menyatakan, guru honorer yang lama mengabdi harus dilindungi.

Mereka harus diprioritaskan diangkat menjadi guru ASN atau guru Pegawai Pemerintah Perjanjian Kontrak  (PPPK).

"Perlu perlindungan bagi guru honorer. Apa lagi telah lama mengabdi dan daerah terpencil. Mereka harus diprioritaskan untuk diangkat jadi ASN dan PPPK. Beberapa kejadian guru honorer yang mengabdi lama, tapi lain yang diangkat. Ini menimbulkan persoalan," katanya Senin (15/2/2021).

Kata legislator Partai Golkar ini, guru honorer menjadi masalah. Sebab, mereka bisa diangkat dan di SKkan ketika dibutuhkan.

Anggota Komisi IV DPRD Bone, Andi Purnamasari Amier menambahkan guru honorer perlu diperjuangkan nasibnya.

Ia menyatakan di Kabupaten Bone sangat kekurangan guru ASN. Kebanyakan guru ASN di kota.

Sementara daerah terpencil seperti Desa Sadar dan Kecamatan Tellu Limpoe sangat kekurangan guru ASN.

"Ini jadi perhatian. Kenapa tenaga guru honorer tidak dipertahankan. Sementara tenaga guru ASN kurang. Jangankan Kecamatan Tellu Limpo, Kecamatan Ulaweng saja ada satu sekolah yang satu guru ASNnya," tambahnya.

Halaman
12
Penulis: Kaswadi Anwar
Editor: Sudirman
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved