Tribun Pendidikan
Arti Lirik Lagu Genjer-genjer, Alasan Mengerikan Hingga Tak Boleh Dinyanyikan
Terungkap inilah arti lirik lagu Genjer-genjer berikut alasan mengerikan di baliknya hingga tak boleh dinyanyikan.
Setengah matang diangkat ingin dijadikan lauk
Nasi dua piring sambal jeruk dicampur
Genjer-Genjer sekaraang sudah siap dimakan
Dihubungkan dengan PKI
Usai tragedi Selepas Tragedi Gerakan 30 September (G30S) yang menyeret Partai Komunis Indonesia (PKI), lagu ini turut dicekal.
Pasalnya lagu Genjer-genjer dianggap sebagai lagu PKI karena si pencipta lagu bergabung ke dalam politik PKI.
Dalam jurnal Genjer-genjer dan Stigmanisasi Komunis (2003) oleh Paring Waluyo Utomo, kondisi sosial dan politik Indonesia pada 1960-1965 mengalami pergolakan.
Berawal dari keinginan Muhammad Arief (penipta lagu Genjer-Genjer) untuk bergabung dengan Lekra.
Lekra (Lembaga Kebudayaan Rakyat) adalah lembaga kebudayaan yang berafiliasi dengan PKI.
Lagu Genjer-Genjer kemudian diussung sebagai salagh satu bukti karyanya yang berkonspe pada "seni untuk rakyat" ke publik dan kalangan politik.
Sejak saat itu, lagu Genjer-Genjer mendapat tempat di hati banyak orang dan kalangan politik.
Ketika lagu Genjer-Genjer disuguhkan kepada para petinggi PKI yang sedang singgah di Banyuwangi, mereka tertarik oleh lagu tersebut.
Perjalanan eksistensi lagu Genjer-Genjer memang tidak bisa lepas dari kedekatannya dengan PKI. Bahkan Utan dalam bukunya mengatakan, pada tahun 1964 D.N Aidit mengklaim bahwa lagu Genjer-Genjer sebagai lagu Mars PKI.
Makanya makna PKI dan ideologi komunis semakin tidak dapat dipisahkan oleh lagu Genjer-genjer.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Makna Lirik Lagu Genjer-Genjer"
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/arti-lirik-lagu-genjer-genjer-alasan-mengerikan-hingga-tak-boleh-dinyanyikan.jpg)