Mengenal GERD, Sakit yang Diderita Ustaz Maaher At-Thuwailibi atau Soni Ernata Sebelum Meninggal
Gejala utama dari GERD adalah ketika asam lambung yang seharusnya tetap berada di sistem pencernaan, justru naik kembali ke atas.
Serangan cemas inilah yang akhirnya menjadi pemicu serangan jantung.
"Tidak ada hubungannya (serangan jantung dan GERD), tapi pasien GERD bisa mengalami serangan cemas atau sress yang bisa saja jadi pencetus serangan jantung," kata Ari saat ditemui Kompas.com, Selasa (7/1/2020).
Kenali Gejala Penyakit GERD
Gejala utama dari GERD adalah ketika asam lambung yang seharusnya tetap berada di sistem pencernaan, justru naik kembali ke atas.
Alhasil, asam lambung tersebut akan melewati katup kerongkongan yang terbuka.
Kondisi tersebutlah yang kemudian akan membuat kebanyakan orang merasakan sensasi terbakar di dada (heartburn).
Sensasi seperti terbakar atau heartburn akibat GERD adalah munculnya rasa panas atau tidak nyaman di bagian belakang tulang dada.
Hal ini biasanya bisa semakin memburuk ketika berbaring atau membungkuk seusai makan.
Berikut ini garis besar gejala penyakit GERD sebagaimana dilansir dari Hellosehat.com:
- Merasa seperti ada makanan yang tersangkut di dalam kerongkongan, sulit menelan, serta cegukan.
- Mengalami sensasi panas seolah terbakar di dada (heartburn), yang bisa menyebar sampai ke leher.
- Sakit atau nyeri pada dada.
- Timbul rasa asam atau pahit di mulut.
- Ada cairan atau makanan yang naik dari dalam perut ke bagian mulut.
Masalah pernapasan, seperti batuk kronis dan asthma.
- Suara serak.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/denny-siregar-ferdinand-hutahaean-eko-kuntadhi-dan-tengku-zul-doakan-ustadz-maaher-at-thuwailibi.jpg)