Mengenal GERD, Sakit yang Diderita Ustaz Maaher At-Thuwailibi atau Soni Ernata Sebelum Meninggal
Gejala utama dari GERD adalah ketika asam lambung yang seharusnya tetap berada di sistem pencernaan, justru naik kembali ke atas.
TRIBUN-TIMUR.COM - Berita duka, Ustaz Maaher At-Thuwailibi atau Soni Ernata meninggal dunia.
Pria kelahiran 14 Juli 1991 ini menghembuskan nafas terakhir Senin (8/2/2021) malam di Rumah Tahanan Mabes Polri, Jakarta.
Beredar kabar bahwa sebelum meninggal Ustaz Maaher At-Thuwailibi atau Soni Ernata sempat menderita Gastroesofagal Refluks alias GERD.
Apa Gastroesofagal Refluks?
Dikutip dari situs Hellosehat.com, gastroesophageal reflux disease atau yang akrab disebut GERD adalah kondisi ketika asam lambung naik kembali ke kerongkongan (esofagus).
Kerongkongan bisa dikatakan sebagai sebuah saluran khusus berbentuk tabung, yang menghubungkan mulut dengan perut dan organ pencernaan lain.
Akibatnya, timbul rasa seolah terbakar di dada dan kerongkongan, karena lapisan kerongkongan tersebut mengalami iritasi.
Penyakit asam lambung ini disebabkan oleh melemahnya katup atau sfingter yang terletak di kerongkongan bagian bawah.
GERD sering dikaitkan dengan Serangan Jantung Padahal, kedua penyakit ini berbeda dan tidak saling berhubungan.
Dilansir dari Kompas.com, Prof. Dr. dr. Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH menjelaskan, penyakit yang berhubungan dengan lambung seperti GERD atau maag sering dikaitkan dengan serangan jantung karena punya gejala yang mirip dan sulit dibedakan.
Meskipun GERD sama sekali tidak berhubungan dengan jantung, efek iritasi akibat naiknya asam lambung juga dapat menjalar ke dada.
Hal tersebut dapat terjadi karena letak kerongkongan sangat dekat dengan jantung.
Itulah alasan gejala nyeri dada akibat serangan jantung dan gejala GERD atau biasa disebut heartburn sangat sulit dibedakan.
Selain itu perlu diketahui, penyebab serangan jantung berasal dari jantung itu sendiri.
Sebagai contoh, ketika seorang pasien GERD asam lambungnya naik, dia dapat mengalami serangan cemas atau stres.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/denny-siregar-ferdinand-hutahaean-eko-kuntadhi-dan-tengku-zul-doakan-ustadz-maaher-at-thuwailibi.jpg)